sicko??
sick..ooooo
Apresiasi terhadap film sicko.. the important thing in life is health. Yup kesehatan. Ketika kau sehat..kau akan menikmati hal lainnya dengan lebih nikmat. Aku lebih memilih sederhana atau pas-pasan tapi sehat selalu daripada banyak duit tapi sakit-sakitan setiap saat. Apalagi… sekarang penyakit itu aneh-aneh aja. Kadang aku heran kenapa bisa ada penyakit ehm…misalnya tumor otak yang tumbuh di saluran telinga… denger kata tumor aja udah ngeri..pake milih-milih tempat lagi di telinga. How..horrid…. atau ada kista di otak.. segala macam jenis kanker.. heart attack or somethin..penyumbatan pembuluh darah, diabetes… wow…. wow..dan wow… Sebegitu kompleksnya sistem dalam tubuh manusia ini sehingga penyakitnya pun sangat komplek lengkap dari A-Z. oleh karena itu adalah hal yang bijak buat para elite politik di setiap negara untuk memperhatikan sistem pelayanan kesehatan universalnya. Eh salah nasional ding. Perancis dan Inggris well.. dalam film SIcko digambarkan telah memiliki sistem pelayanan kesehatan yang baik. Well di sana berobat, opname, dll adalah gratis. Asli gratis… kalaupun bayar cuman 6,65 poundsterling. Dan tidak masalah apakah kau penduduk Inggris atau prancis,,, ketika kau sakit…kau akan mendapat perawatan maksimal dan tidak perlu takut akan bayaran. Ga tau apakah pelayanannya tetap sama ketika pasiennya imigran illegal.. ga dijelaskan. Yang pasti ketika mendengar kata gratis aku langsung membayangkan hemm kapan di Indonesia bisa berobat gratis setiap saat. Oh ya saat ini aku sedang mengalami komplikasi penyakit telinga yg ga parah Cuma sangat menyebalkan. Telinga kananku dulu kena otitis media dengan perforasi..sembuh n kambuh lagi karena aku nyebur ke pantai n sekarang malah kena jamur. Telinga kiri yang notabene baik2 aja malah radang lagi.. n ada benjolan sebesar kacang ijo pas di depan gendang telinga. Hem…almost 4 months aku rajin berobat ke THT Sarjito dan selama itu aku senang sekali memperhatikan sistem pelayanan kesehatan Sarjito yang THH., lelet n hem apa ya birokratis… penuh stempel… (aku menyimpulkan birokrasi identik dengan stempel sana-sini). Ya seperti itu. Kalau dibandingkan dengan sistem pelayanan kesehatan nasional di Inggris, indonesia Cuma hem…apa ya semacam lepas angin.. ga ada apa-apanya sama sekali. Udah ribet, obat mahal dan lain-lain. Aku mengakumulasikan biaya pengobatan telingaku tercinta dan hasilnya dah bisa beli buku bagus banget sampe 10 biji, baju bermerk kalo diskon ehm… 7.. dan biaya hidupku selama sebulan. Kampret juga sih Cuma no free lunch dear… aku jd pengen tinggal di Inggris biar biaya pengobatannya gratis dan terjamin. Ngengek…. Tapi tulisan ini bukan soal keluhanku terhadap pelayanan kesehatan di sarjito.. hanya sekedar renungan aja///udahlah aku udah mahfum sama birokrasi yang bisa bikin kita kurus… tiap berurusan sama birokrasi kita akan menghabiskan energi, emosi, waktu dan pikiran sehingga cukup untuk membuat kita kesal n perlu pelampiasan terhadap kekesaln tersebut. Aku mengatasinya dengan makan mie ayam n minum kopi. Indonesia emang parah. Dari atas sampe bawah parah. Malas sih ngungkapin keparahannya, soale hem… aku ga tau serumit apa tugas para elit politik itu. Aku hanya bisa menilai dari luar, yang tampak…. yang ga beres dan itu yang membuat aku Cuma bisa menggerutu.. kalo aku di dalam, masuk ke jajaran elite politik.. menyadari betapa ribetnya… mungkin aku akan berhenti menggerutu.. Tetapi allow me to share a story… sewaktu aku di sarjito untuk kesekian kalinya dan mengamati dinamika orang yang lalu lalang di depan meja pendaftran..aku menyadari satu hal.. kalo pake askes atau GMC,, bersiap-siaplah mutar-mutar to get stempel yang tidak seberapa itu dan ketika kau adalah pasien umum..lebih cepat mendapat pelayanan… ga perlu nunggu terlalu lama seperti mereka yang pake askes. Yang pake askes= orang menengah bawah.. ga punya duit dan sangat mengharapkan biaya pengobatan yang minimalis kalo perlu gratis.. that’s why they use askes.. dan dunno feel like mereka dipersulit untuk mendapat pengobatan. Contohnya..ada kan bapak-bapak udah tua banget asalnya dari mana yah..kayak nya daerah pedesaan di Jogja dapat surat rujukan dari puskesmas di desanya.. terus rupanya dia dirujuk ke PKU Muhammadiyah. Nah ga tau ya si bapak udah pikun kali sehingga terdampar dia di sarjito dan kemudian dengan tampang tak berdosa dan bingung nanya ke staf yang satu.. dilempar ke staf yang lain.. terus ditanya pake askes ga? Ga punya Cuma punya surat keterangan miskin..dilempar lagi ke staf yang pertama.. terus liat rujukannya oh..pak …niki neng PKU muhamadiyah bukan di sarjito. Trus si bapak yang capek ngantri…dia ngantri loh.. hanya bisa diam terus bingung. Aku ngeliatnya Cuma bisa membatin dalam hati, prek.. tolong aja kenapa..dia dah punya surat keterangan miskin kenapa harus disuruh ke PKU lagi. capek tau. Dah ngantri muter-muter eh malah ga dapat apa2. sumpe di situ aku kesal dan menyayangkan sebagian sistem pelayanan (kalo ga bisa disebut semua) yang seringkali menyulitkan orang miskin dan diskriminatif.. a little. Entahlah,,aku percaya setiap orang pasti punya hati nurani.. dan aku ga ngerti di mana hati nurani petugas-petugas di sarjito itu…. Ketika melihat orang yang udah kuyu,,capek dibola-bola, bingung.. oke mereka juga sibuk menjalankan tugasnya. Setiap hari berhadapan dengan ratusan pasien yang semuanya pengen didahulukan, pengen mendapat pengobatan. Tapi ketika ga punya uang,,, diabaikan begitu aja atau dipersulit begitu aja. Ditinggalin kek orang bego dan akhirnya termangu ditengah lautan manusia yang mungkin (atau tidak) mengalami nasib yang sama. Kadang aku merasa ada error di sistem ehm…pelayanan kesehatan, politik, pendidikan, hukum dan semacamnya. Dan setiap lobang-lobang di sistem itu biasanya selalu merugikan mereka kaum kecil yang tidak berdaya,,,, yang ga punya power dan materi yang Cuma bisa jadi victim… yang semakin menderita…. Ketika sistem eror itu terus berjalan dan akhirnya mereka mati. Aku tau negara dan strukturnya rumit… harus gini, gitu dan yang diurusi bukan Cuma wong cilik… ada banyak…belum lagi ketika kepentingan pribadi bicara… semakin tersingkirlah mereka dari arena kehidupan. Sedih..emang dan makin sedih ketika aku ga bisa melakukan sesuatu yang signifikan untuk menutup lubang dalam sistem tersbut. Yah Indonesia emang bukan negara kaya….. tetapi Kuba yang masuk dalam jajaran dunia ketiga aja bisa memiliki sistem pelayanan kesehatan yang baik yang tidak merumitkan warganya…yang ga membuat kta kapok ke rumah sakit… amerika serikat yang termasuk hegemon dalam dunia internasional aja menduduki peringkat terendah dalam sistem pelayanan kesehatan universal versi WHO. Karena apa? Keuntungan pribadi… baik dari rumah sakitnya, pihak asuransi kesehatan dan bahkan anggota2 legislatif termasuk hehe…presidennya. Dan semuanya merugikan orang-orang kecil. Yang ga bisa membayar… Itu baru contoh dari pelayanan kesehatan yang buruk… gimana hal lainnya? Well aku rasa tulisanku jadi melebar menjadi hemm tanggapan untuk orang-orang kecil. Orang kecil selalu jadi korban ketidakadilan, kesalahan sistem dan semacamnya. Dan itu menimbulkan satu pertanyaan dalam otakku…kenapa harus selalu orang kecil, orang miskin, orang yang ga punya power? Jawabannya: satu..karena mereka seperti itu,,,kerugian mereka tidak terlalu signifikan buat mereka yang menikmati sistem yang sedang berlaku (baca: elite politik, orang kaya,,punya power..prek!). dua kalo mereka protes gampang diganyang secara they don’t have power.. langsung dibunuh juga ga pa pa…paling hanya menghiasi seperempat halaman kecil Koran ecek-ecek di bagian kriminalnya. Ketiga mereka juga gampang disuap..kasih uang tutup mulut sekedarnya… that’s enough. Keempat gampang dipengaruhi juga… karena keterbatasan pendidikan.. gampang dibuai janji keling dan semacamnya. Orang kecil sasaran empuk dari gerombolan pengeruk keuntungan… gosh… horrible. Dan bagaimana orang kecil memandang kehidupan itu sendiri? Sesuatu yang aku anggap sangat berharga.. hadiah dari Kristus untukku melalui rahim mamakku. Yang pasti bagi mereka hidup adalah perjuangan…it’s about survival. Gimana caranya kau bisa makan hari ini,,,atau memberi makan anak istri kalo punya.. tau kan ungkapan” dah bisa makan aja sukur,,,ngapain mikirin hal-hal lain”. Seperti itu. Dan semakin terpuruklah mereka. Padahal menjadi kaya juga sulit… pilihan apa yang sisa? Aku ga suka dengan buku-buku yang nulis menjadi kaya gampang, biarkan uang yang mengejar anda…uang bekerja untuk anda. Beu..kalo emang kek gitu… orang miskin di dunia ini ga banyak lah… fakta di lapangan bicara…tetap masih banyak orang miskin papa berkeliaran di dunia ini. Atau mereka ga pernah baca buku itu kali? Terlalu mahal… hahahahahahahahhahahah goblok… Situasi yang aku hadapi almost every day ini membuat aku semakin simpati sama orang-orang kecil..apalagi yang tetap optimis, tidak gampang nyerah dan berusaha untuk memperoleh better life. Persetan sama gepeng-gepeng yang Cuma menadahkan tangan dan nunggu dikasih duit.. padahal masih sehat n masih fit. Kelima indranya bekerja sempurna. Go to hell buat para orang tua yang nyuruh anaknya turun ke jalan nemenin dia buat menciptakan empati n simpati dari orang lain biar ngasih duit.. apalagi yang milih jalan pintas kayak jadi pencopet… jambret yang ga segan-segan bunuh korbannya. Itu ga masuk itungan. Walaupun mereka ga sepenuhnya salah. Sistem yang berlaku yang terkadang membuat mereka tetap seperti itu. Ketiadaan kesempatan membuat mereka tetap betah berada dalam tempurung lapuknya. Namun ada juga yang sukses karena mereka berusaha dan ga gampang nyerah yang terus menginspirasi aku untuk terus berjuang.. Selalu ada harapan… bahkan ketika kau berada di situasi tersulit yang kau rasa ga bisa kau atasi. Bagiku …. harapan itu adalah Yesus Kristus. Dan itu yang membuat aku tetap optimis sampe sekarang..bahkan mulai memantapkan langkah untuk menjadi hem….pekerja sosial bukan buat orang kaya tetapi orang miskin, orang kecil yang termarginalkan..yang ga tersentuh…dan semacamnya. .. aku yakin prosesnya bakal panjang dan lama tetapi aku akan menikmati setiap detiknya karena aku ga kehilangan apa-apa ketika aku mengasihi mereka… apalagi aku berbagi kasih Kristus…karena kalo cm dari aku…. ga akan cukup… terus inti tulisanku apa ya… Hem.. di tengah sistem yang bobrok ini..orang-orang yang saling berkeluh kesah termasuk aku.., pemerintahan yang korup, kriminalitas tinggi, orang-orang saling bunuh..orang miskin semakin banyak, et cetera…et cetera….et cetera….. there’s always be a HOPE that makes me believe… this world is gonna change… just like John Meyer said… Me and all my friends
We’re all misunderstood
They say we stand for nothing and There’s no way we ever could Now we see everything that’s going wrong With the world and those who lead it
We just feel like we don’t have the means To rise above and beat it So we keep waiting Waiting on the world to change
We keep on waiting Waiting on the world to change
It’s hard to beat the system When we’re standing at a distance
So we keep waiting Waiting on the world to change
Now if we had the power To bring our neighbors home from war They would have never missed a Christmas No more ribbons on their door
and when you trust your television What you get is what you got Cause when they own the information, oh They can bend it all they want That’s why we’re waiting Waiting on the world to change We keep on waiting Waiting on the world to change It’s not that we don’t care, We just know that the fight ain’t fair So we keep on waiting Waiting on the world to change And we’re still waiting Waiting on the world to change We keep on waiting waiting on the world to change One day our generation Is gonna rule the population So we keep on waiting Waiting on the world to change We keep on waiting Waiting on the world to change
Best regards, Lina Andayanti Lumbanraja
Renungan awal di usiaku yang ke-21..
Thanx Jesus karena tetap membiarkanku menghirup udara kehidupan dariMU selama 21 tahun ini…..