my world, your world
terinspirasi dari nonton film lagi. n selalu film lama berjudul good will hunting. ketika nonton film ini jatuh cinta sama matt damon. sebelumnya aku ke warnet jam 11an malam je. serem juga. soale jalanan sepi banget.tapi ada hal yang menganggu pikiran dan aku rasa bakal lebih tenang setelah menuliskannya.
oke aku jadi mikir apa aku juga punya tembok setinggi will hunting. aku ga pernah ngasih kesempatan buat siapa pun yang mau melihat the real me dan sebaliknya. aku ga tertarik melongok ke tembok orang lain. merangkak, menaikinya dan melihat seperti apa dia aslinya. ketika kita berinteraksi dengan orang lain, kita baru mengenal 10 % aja dari 100% dirinya. ini menurutku. ga ilmiah seh, hanya berdasarkan pandangan pribadi. nah tu dia. kadang aku merasa segala sesuatu lebih baik seperti itu aja. aku, kamu, siapa pun…berinteraksi secara wajar saja. no intimacy is needed. karena ketika aku, kamu, siapa pun bertambah akrab..saling mengenal dan memasuki tembok masing-masing…yang ada kemudian adalah polemik..ketidakcocokan karena mengetahui 100 % karakternya. makan hati, sebel adalah hal biasa yang terjadi ketika kita semakin intim dengan seseorang. jadi bukankah lebih baik hubungan itu biasa aja….karena kemungkinan untuk saling menyakiti akan bertambah kecil sebagai akibat dari terbatasnya akses?
aku punya pengalaman. mengijinkan seseorang memasuki tembok kehidupanku. kayaknya ga tembok deh,kesannya gagah dan angkuh banget… memasuki duniaku saja lah ya. aku ganti istilahnya. dan we have a great time together…for a while. habis itu barulah aku tau borok2nya..dan i cant stand with it. aku mau mengeluarkan dia dari kehidupanku secepatnya karena dia pun memasuki kehidupanku terlalu cepat. karena semuanya in a rush aku jadi ga bisa terima keburukan dia. mungkin akan lain halnya jika aku dan dia punya waktu yang lebih lama untuk saling mengenal dan beradaptasi. kami gagal jadi teman dan aku tidak menyesalinya. justru aku senang hubungan kami seperti dulu lagi di saat kami tidak saling mengenal. hem itulah pengalaman buruk aku dengan seseorang yang gagal jadi temanku.
tapi temanku yang lain bilang, bagaimanapun juga kita tetep butuh orang-orang di dalam kehidupan kita. dia yang bisa mengerti kita lebih baik daripada orang-orang di luar kehidupan kita. kita bisa sharing pemikiran, unek-unek dan juga mimpi. apa pun tanpa harus merasa dihakimi dan sebagainya. masuk akal. aku ga mungkin ngomong panjang lebar soal betapa betenya aku hari ini sama ehm..orang asing yang aku temui ketika menunggu antrian di sarjito. paling pol ngobrol sama orang itu cuma : sakit apa mas/mbak? lama ya. basa basi gitu deh… maka dari itu.. everybody needs somebody else. aku cukup beruntung mempunyai beberapa orang yang bersama mereka i feel warm, peace, comfort, happy, delightful… walaupun sempat kesel, bete, muak, pengen nunjang mukanya, dsb. walaupun setelah bersama nanti,,,akan banyak karakter ajaib dari mereka….akan aku terima..apa justifikasi aku tetap bersama mereka adalah… mereka lah yang membuat hidupku menjadi berwarna-warni… aku hanya ga mau kehilangan that colours…tanpa orang-orang tadi,,,my life hanyalah serangkaian kejutan-kejutan yang tidak menyenangkan. hehehehehehehehhehehe