Archive for May, 2008

NATO, free rider, doers

Saturday, May 31st, 2008

Dalam hidup ini, aku mengkategorikan manusia ke dalam tiga kelompok. Yang
pertama adalah mereka yang NATO, no action talk only. Yang kedua adalah the
free rider, orang-orang cuek yang individualis n take no attention to their
round. Yang ketiga adalah the doers, para pelaku, mereka yang aktif terlibat
entah dalam bidang apa pun. Hidup adalah perbuatan, itu kata Sutrisno Bachir.
Tapi kata Lina Lumbanraja, life is about changing. Ketika kau hidup, mulai dari
kau kecil sampe besar, you’re not the same person as you used to be. I believe
that. Dan perubahan-perubahan kehidupan itu memiliki satu aktor yang vokal. The
doers.

Para

pelaku. Entah perubahan apa yang mereka
bawa, for good and for bad, but they have the capability to change..to
transform the world they live in. Mereka juga bisa merubah pemikiran kita,
idealisme kita dengan kegiatan mereka. Dengan hasil dari apa yang telah mereka
perjuangkan, mereka lakoni. I would thank to them,,karena mereka berhasil
menggelitik nuraniku yang berbau free rider..yang sedikit tidak peduli pada
apa? Pada apa pun yang tidak mempengaruhi kehidupanku directly. Well aku
termasuk orang yang masa bodoh dengan kenaikan BBM. So what? Setelah aku
berkontemplasi…ya iyalah aku ga peduli. I don’t have any ride that need
premium. I love my Rad..the Enid Raven. Tetapi setelah melihat lautan

massa

yang hampir tiap hari berdemonstrasi, jadi sedikit umm.. bertanya-tanya. Di
satu sisi aku berpikir, apakah semua orang yang berdemonstrasi ini memahami apa
yang sedang mereka seru2kan dengan lantang? I think they do something useless.
Seperti menegakkan benang basah. Kalo pribahasa bilang. Di sisi lain,,,aku
menghargai tindakan mereka. Mungkin mereka tidak merasakan dampak langsung dari
kenaikan BBM, tetapi mereka peduli pada orang-orang kecil yang langsung
kembang-kempis nafasnya melihat efek dari kenaikan BBM, barang2 kebutuhan pokok
naik juga loooh.. Buat aku, yang masih disokong dana sama orang tua, ga ada
masalah dengan itu. Toh uang bulananku masih cukup buat aku makan tiga kali
sehari dengan komposisi gizi 4 sehat saja,,,,sedikit malas minum susu. Mungkin ketika uang bulananku
dikurangi..aku akan turut berdemo di jalan sana. Kenaikan BBM memiliki korelasi
negatif dengan uang bulananku. BBM naik, uang bulananku menurun. Jelas aku tak
terima. Itu contoh kecil dari apa yang dilakukan oleh orang-orang yang peduli
pada setiap fakta dan peristiwa. Di sini aku menemukan sebuah ironi. Mereka
yang terlalu peduli dengan sesama, dengan hidup, dengan setiap isu-isu yang
berkembang dari setiap segi kehidupan…seringkali tidak menikmati hasil jerih
payah mereka. Orang-orang yang NATO dan free rider…merekalah yang menikmati.
Contoh kecil dari kenaikan BBM tadi. Kalo pun misalnya pemerintah berbaik hati
menurunkan BBM, orang-orang kaya yang bermobil dan memasang AC di dalamnya
bakal kena dampaknya juga to…. padahal sedikit pun kaki mereka itu tidak mau
menginjak area demonstrasi, tak mau mereka turut berpanas-panas ria
mengumpat-umpat SBY dan antek2nya…(well aku juga sih..). Ya itulah enaknya
tidak menjadi orang yang bersusah-susah. Tinggal menikmati saja. Pejamkan mata,
buka mata…begitu terus..eh keadaan sudah berubah dan jauh lebih menguntungkan
saya… kurang lebih begitulah ilustrasinya.

 

Tulisan ini terinspirasi dari film Lion for Lambs. Baru aja selesai aku
tonton.. dan semakin kagum dengan orang-orang yang berjiwa the doers. Yang
memiliki semangat yang tulus untuk melakukan perubahan menuju better life. Mungkin
tindakan mereka tidak sempat mendapat tepuk tangan gegap gempita dari
masyarakat…mungkin juga orang-orang malah tidak tahu apa yang mereka perbuat.
Tapi ketika hasilnya nyata,,barulah mereka sorak sorai bergembira..tapi kepada
orang yang salah.
Sorak sorai kita kadang ditujukan untuk orang yang
salah teman…have you ever recognize that, mate?

 

Apa yah contoh nyatanya? Aku ga
bisa kasih contoh nyatanya tapi pasti realita seperti ini ada… aku harap kita
bisa ngerti apa yang aku maksud. Nah jadi…fenomena yang terjadi di dunia ini
adalah semakin banyak orang yang NATO dan free rider. Dan semakin sedikit orang
yang menjadi the doers. Mungkin mereka adalah the doers, tapi untuk diri mereka
sendiri. Yep…seperti free rider lah. Dan kondisi seperti ini tidak begitu baik
aku rasa. Kalo semua orang mau menikmati sesuatu tanpa mau berusaha untuk mencapai
sesuatu itu…..gimana bisa? Aku rasa aku paham kenapa semakin banyak orang yang
suka mengorbankan orang lain demi kepentingan perut mereka sendiri. Life become
harder, harder and harder… dan setiap
orang menjadi oportunis. Mengambil apa saja yang mereka perlukan demi menjaga
denyut nadi mereka tetap normal setiap hari. Whatever it takes…apa aja…..

 

Setelah itu, aku mau membagi
lagi. Masih manusia,,,karena manusialah yang menjadi inti planet bumi ini agar
selalu berputar mengitari matahari. Halah… begitu… oke…kali ini membaginya jadi
dua. Orang yang punya akses dan
control terhadap apa pun, itu yang pertama. Yg kedua adalah orang yang sama
sekali ga punya akses dan control terhadap apa pun kecuali pada nasib diri
mereka sendiri. Itu pun kalo mereka tidak menjual satu-satunya harta yang
tersisa pada diri mereka kepada kejamnya realita dan materi yang semakin
menguasai setiap sendi tubuh manusia. Nah… dikaitkan dengan NATO, free rider
dan the doers… aku berasumsi (ini hanya asumsi kasar),, bahwa orang-orang
yang punya akses terhadap apa pun itu rata-rata menceburkan diri mereka ke
dunia NATO dan free rider. Dan sisanya adalah orang-orang kecil itu, kecil
karena mereka tidak punya sesuatu untuk diandalkan. Apalagi sistem yang bekerja
sekarang mengutamakan materi, kuasa dan apa lagi teman..itulah itu…sebagai
sesuatu yang hampir dimutlakkan agar tetap menjaga roda kehidupanmu terus
berputar. Kalo mau rodanya mandeg..ya udah..gitu2 aja.. ga usah melakukan
apa-apa. Jadi patung saja. Yep yep yep. Begitulah kawan,,,saudaraku (halah)….
sebentar..aku kesulitan menemukan lanjutan yang relevan untuk tulisan ini.

 

Aku punya keyakinan seperti ini teman. Ketika kita terlalu bergaul akrab
dengan kemudahan…dan tidak pernah merasa susah barang sedikit saja…. hati-hati
teman. Bisa tumpul nanti nuranimu. Orang-orang yang berduit sekarang…hanya
segelintir saja yang peduli pada orang-orang marginal, orang-orang kecil.
Sisanya? Sibuk menjaga agar lingkar
perutnya bisa untuk memuat dua atau tiga hape. Oke kau bisa membela dirimu..
mau susah atau senang,,,itu pilihan. Orang miskin, orang susah kalo mau memilih
jadi senang tetap bisa kok. Bisa teman, bisa… makanya banyak kau liat orang
gila di penjuru bumi pertiwi ini. Itu aku rasa karena mereka memilih tetap
senang ketika kondisinya mewajibkan dan memaksa mereka bersusah-susah ria. Aku
rasa acara TV yang bertajuk andai aku menjadi.. itu bagus. Mengajak para orang
kaya (aku rasa emang itu ya istilah yang tepat) memasuki dunia orang susah.
Bagus sih. Cuma aku merasa aura komersil dari acara itu. Dan masih tetap
menjual air mata orang miskin yang terharu kalo yah you knowlah…malas aku
nulisnya…

 

Jadi apa intinya? Hem aku emang bukan penulis persuasif yang baik. Aku
hanya menyampaikan uneg-unegku saja. Bisakah kita sedikit lebih menghargai para
the doers yang seringkali kita abaikan itu. Kalo kita tidak mau ikut-ikutan
menjadi orang lapangan, setidaknya dukung mereka. Baik dalam doa ataupun dalam
sikap. Heah..tulisanku serasa di awang-awang.
Aku ga tahan aja ngeliat makin banyak orang kere
di dunia ini. Ga tahan ngeliat makin banyak orang yang cuek sama apa
ya….penderitaan? ketidakmampuan orang-orang kecil dan marginal untuk mencapai
hidup yang lebih baik? Dan ga tahan melihat aku sendiri…yang actually tidak
ingin menjadi free rider…tapi kok kayaknya sedang melakoni peran itu.
Hehehehehe….

 

Seperti kata Elton John, there is
a time for everyone if they only learn… (judul lagunya can you feel the love
tonight)… nah itu menjadi  alasanku untuk tetap bersabar. Dan mungkin
menjadi justifikasi juga ya…dan mungkin bisa juga kita terapkan sama
orang-orang yang saat ini bukan the doers.

Ada

waktunya dan bukan sekarang. Yah… udah banyak orang yang NATO dan free rider…
banyak banget malah. Oh ya..hidup itu pilihan juga. So… kita mau jadi NATO,
free rider atau the doers adalah sebuah pilihan. Saat ini aku mau menjadi the
doers. Orang yang aktif terlibat dalam melakukan perubahan. Hehehehehehhe.
Walaupun sampe sekarang apa yang aku lakukan adalah menjadi the doers for
myself. Yeah ada waktunya. Be patient aja. Yep… selamat berkontemplasi.

 

Regards,

Lina Lumbanraja

SANG PROVOKATOR

Monday, May 12th, 2008

Jarang sekali aku dapat ide untuk sebuah tulisan di pagi hari… Semakin
jarang ketika aku tahu idenya ini dari kemaren siang dan entah apa yang membuat
dia tetap bertahan di otakku sampai pagi ini.
Kelihatannya dia tidak mau keluar sampe aku tuliskan kali yaa….. Akan
terus mengganggu otakku dan membuatku jadi tidak fokus…

 Umm kali ini aku mau berbicara soal provokator. Sang provokator. Sepertinya
kita semua udah paham dengan istilah ini. Orang yang selalu mengompor2i,, yang
selalu hadir kala kericuhan terjadi,,yang bersemangat bersuara bak toa kala
protes….. terus apa lagi?? I bet you know that…

 So… aku membayangkan seperti ini.. si provokator itu adalah semacam roh..
Dia melayang dan melayang… membiarkan angin membawanya pergi… melewati
jutaan lautan manusia yang menyambut hari dengan caranya masing-masing..

Dan ketika dia merasa aah…aku dapat mangsa.. Maka dia tidak akan
membiarkan angin menuntun dia..
I have
my own path,,desisnya bengis.. Dan si bayu hanya bisa mengedikkan bahu.. menatap
prihatin dan kemudian pergi. Mulailah roh provokator ini berjalan…sedikit
menghentak2kan kaki, sedikit tap dance mungkin untuk menunjukkan kemantapan
hatinya..(emang provokator punya hati) dan dia sudah mengunci targetnya.
Wusshhhhhhhhhhh masuklah dia ke dalam tubuh seorang ummm katakanlah seorang
pemuda. Pemudi pun tak mengapa. Dibakarnya semangat pemuda itu dengan api
kebencian. Disulutnya adrenalin pemuda itu dengan ideologi-ideologi tanggung
yang berusaha dikompromikan si pemuda karena alasan hidup tidak segampang
teori-teori yang dikemukakan sebuah ideologi. Blasttttttttttttt meledaklah
pemuda itu dan menjelmalah dia menjadi provokator.

 
Sosoknya dapat kita lihat dalam diri seorang orator demonstrasi yang
terkadang tidak mengerti apa yang dia protes. Mungkin kelihatan keren kalau aku
berbicara layaknya Bung Karno di podium.. hahahahhahah… Bung Karno boleh kita
juluki Singa Podium.. tapi pemuda ingusan yang baru saja kerasukan roh sang
provokator, ijinkan aku melabelimu: anak ayam yang berada di atas punggung
seekor singa. Hahahahahahaha. Umm maksudnya artiin sendiri aja. Sosok pemuda
ini juga dapat kita lihat dalam setiap kerusuhan yang terkadang tidak jelas
sebab-musababnya apa. Boleh kita katakan kerusuhan etnis yang terjadi di
beberapa wilayah di bumi pertiwi ini… atau boleh juga kita katakan dalam
sosok seseorang entah siapa pun itu yang menyebarkan gosip buruk soal axis
sebagai kartu setan.. Kalau dapat sms yang membuat layar jadi merah atau
telepon yang membuat layar jadi merah jangan diangkat.. bla..bla..bla… Atau
sosok yang mengklaim kalo Song Hye Gyo udah meninggal gara2 kebanyakan minum
obat pengurus…

 
Intinya provokator membuat kacau situasi yang tenang dan semakin
mengacaukan situasi yang udah kisruh. Status quo dengan gampang dia
porak-porandakan kalau……. orang-orang dalam status itu oon mendekati
geblek.(apa coba maksudnya).  Dan aku
merasa kita, orang-orang Indonesia ini gampang banget tersulut sama provokator.
Apa kita emang orang-orang yang beremosi pendek…berlogika pun jauh lebih
pendek daripada emosi. Ketakutan aja yang panjang dari sabang sampe merauke.
Dikasi berita ini..langsung percaya. Ditelan begitu saja tanpa dikunyah-kunyah
sampe dapet sari kebenarannya. Giliran dikasih tau yang benar eeehhh malah
disinisin. Dianggap sebelah mata. Ckckckkckckckckckck… temanku pernah
berkata: hebat Indonesia ini, secara teori negara ini mestinya udah jadi failed
states. Tinggal menunggu uluran tangan (layaknya iklan Nokia) para donatur atau
kebaikan hati negara2 digdaya untuk mengubah setiap sendi negara yang udah
lapuk jadi kokoh kembali. Tapi kok masih saja ada denyut jantung yang
bersemangat membangun negeri seribu satu pulau ini menjadi negara yang
beres…beres moralnya dulu baru yang lain2 diberesin.

 

Aku juga termasuk orang yang gampang terpengaruh sama provokator. Gampang
menerima suatu berita tanpa mencari dulu kebenarannya. Well… sekarang kalo
ntu berita datang dari mulut orang-orang yang aku yakini sebagai provokator..
maap2 aja dah… bakal aku teliti sampe bener sampe dapat bukti…baru aku
teruskan ke yang lain…(Loh…mengikuti jejak provokator dong??) 

Kok provokator jdi mirip pembawa pesan2 yang masih abu-abu yang harus kita
kategorikan hitam atau putih..
ya ga?? Ketika pesannya adalah putih…layak kita
teruskan..ketika hitam..pilihan kita… mau menghitamkan yang sudah hitam atau
memutihkan yang hitam dengan cara mematikan jejak langkah si provokator dengan
berujar: diam kau.
Dasar provokator.. ga ada betul2nya apa yang kau bilang itu. Ngengeklah
kau!!!!

 
Dan instingku berkata: roh-roh provokator ini makin banyak aja mengudara. Apakah
kamu juga merasa demikian? Dan mereka mengambil wujud yang jauh lebih cerdas.
Tidak seeksplisit provokator sejati yang muncungnya langsung dower layaknya
iklan fren ketika ada kericuhan. Bahkan kericuhan gara-gara anak kambing
ditabrak mobil. Lebih lihai, cerdas, bahkan cenderung licik dan mematikan.
Yeah…. dan kita pun
harus semakin pintar mengatasi trik-trik dari provokator.

 Cara yang paling mudah tapi seringkali dinafikan oleh kita adalah: berdoa.
Mendekatkan diri pada Tuhan. Yeah provokator itu mungkin genus atau spesiesnya
iblis kali. Dan iblis….mutlak…mutlak hukumnya takut sama Tuhan. Dipites aja
ngibrit kok dia.. so……rajin doa..minta berkat…baca firman… lengkapi
dirimu dengan senjata Kerajaan Surga (gila keren banget gw) dan lawanlah si
provokator

 Yang kedua…gunakan logikamu. Banyak belajar,,,memetik hikmah dari setiap
peristiwa dan gunakan itu sebagai pedoman dalam menjalani your next episodes in
life. Aku kira kenapa orang Indonesia ini banyak yang jadi korban provokator
yah karena itu… pendidikannya kurang.
Banget malah. Dan parahnya lagi malah sinis sama
pendidikan… dasar oon. Ya gampanglah dicuci otak. Ikut-ikut aliran yang ga
jelas hanya diiming-imingi modal untuk buka warung atau tawaran oke..akan saya
hidupi keluarga bapak asal…. (isi sesuka hatimu). Orang yang berpendidikan
aja masi suka khilaf gara-gara kesombongan yang merajai hatinya apalagi orang
yang tidak pernah mengecap pendidikan samasekali.

 
Yang ketiga. Ummm aku ga tau.. tiba2 saja terlena dengan suara merdu si
enya yang menyanyikan lagu evening falls. Oohh melenceng dari jalur sedikit
ya… aku sedang giat2nya mendengarkan musik-musik tradisional dari Irlandia
sana. Celtic, gaelic, irish… musik2 kala orang-orang Norse dan Viking masih
ada. Ummm rasanya gimana gitu. Oh ya. Ada satu lagu. Bagus. Lagunya Loreena
Mckennit..
beneath the phyrgian sky.
My mind was called across the universe of human misery and waste of life.
Tu salah satu
penggalan liriknya. Umm keren aja. Human misery??
Yeah.. kita akan banyak bersahabat dengan various
kind of misery.
Dan kita harus bisa mengelola diri kita, moral kita supaya ga ikut2an in
pain.
Umm sepertinya my mind was also
called not only by human misery tapi juga my thesis yang ampe sekarang belom
kelar2… huff…… doakan saya…. Biar cepat selesai. Tuhan Yesus memberkati. Have
a nice day…

Eh yang ketiga pikirin sendiri aja. Kayaknya yang dua itu sudah mencakup
semua ya… hal-hal kecil yang tak sengaja aku lupakan. Beware ya sama
provokator…

 
Vielle liebe,

Lina Lumbanraja

 
Satu kutipan lagi: A baby is God’s opinion that the world should
go on….. so..let’s have a baby!!!!!!!!! Hehehehehheheheh…someday
lin..someday…jangan sekarang…….(tuing ni pikiran error sebab aku ngantukkkkkkkkkkkkkk)