NATO, free rider, doers
Dalam hidup ini, aku mengkategorikan manusia ke dalam tiga kelompok. Yang
pertama adalah mereka yang NATO, no action talk only. Yang kedua adalah the
free rider, orang-orang cuek yang individualis n take no attention to their
round. Yang ketiga adalah the doers, para pelaku, mereka yang aktif terlibat
entah dalam bidang apa pun. Hidup adalah perbuatan, itu kata Sutrisno Bachir.
Tapi kata Lina Lumbanraja, life is about changing. Ketika kau hidup, mulai dari
kau kecil sampe besar, you’re not the same person as you used to be. I believe
that. Dan perubahan-perubahan kehidupan itu memiliki satu aktor yang vokal. The
doers.
Para
pelaku. Entah perubahan apa yang mereka
bawa, for good and for bad, but they have the capability to change..to
transform the world they live in. Mereka juga bisa merubah pemikiran kita,
idealisme kita dengan kegiatan mereka. Dengan hasil dari apa yang telah mereka
perjuangkan, mereka lakoni. I would thank to them,,karena mereka berhasil
menggelitik nuraniku yang berbau free rider..yang sedikit tidak peduli pada
apa? Pada apa pun yang tidak mempengaruhi kehidupanku directly. Well aku
termasuk orang yang masa bodoh dengan kenaikan BBM. So what? Setelah aku
berkontemplasi…ya iyalah aku ga peduli. I don’t have any ride that need
premium. I love my Rad..the Enid Raven. Tetapi setelah melihat lautan
massa
yang hampir tiap hari berdemonstrasi, jadi sedikit umm.. bertanya-tanya. Di
satu sisi aku berpikir, apakah semua orang yang berdemonstrasi ini memahami apa
yang sedang mereka seru2kan dengan lantang? I think they do something useless.
Seperti menegakkan benang basah. Kalo pribahasa bilang. Di sisi lain,,,aku
menghargai tindakan mereka. Mungkin mereka tidak merasakan dampak langsung dari
kenaikan BBM, tetapi mereka peduli pada orang-orang kecil yang langsung
kembang-kempis nafasnya melihat efek dari kenaikan BBM, barang2 kebutuhan pokok
naik juga loooh.. Buat aku, yang masih disokong dana sama orang tua, ga ada
masalah dengan itu. Toh uang bulananku masih cukup buat aku makan tiga kali
sehari dengan komposisi gizi 4 sehat saja,,,,sedikit malas minum susu. Mungkin ketika uang bulananku
dikurangi..aku akan turut berdemo di jalan sana. Kenaikan BBM memiliki korelasi
negatif dengan uang bulananku. BBM naik, uang bulananku menurun. Jelas aku tak
terima. Itu contoh kecil dari apa yang dilakukan oleh orang-orang yang peduli
pada setiap fakta dan peristiwa. Di sini aku menemukan sebuah ironi. Mereka
yang terlalu peduli dengan sesama, dengan hidup, dengan setiap isu-isu yang
berkembang dari setiap segi kehidupan…seringkali tidak menikmati hasil jerih
payah mereka. Orang-orang yang NATO dan free rider…merekalah yang menikmati.
Contoh kecil dari kenaikan BBM tadi. Kalo pun misalnya pemerintah berbaik hati
menurunkan BBM, orang-orang kaya yang bermobil dan memasang AC di dalamnya
bakal kena dampaknya juga to…. padahal sedikit pun kaki mereka itu tidak mau
menginjak area demonstrasi, tak mau mereka turut berpanas-panas ria
mengumpat-umpat SBY dan antek2nya…(well aku juga sih..). Ya itulah enaknya
tidak menjadi orang yang bersusah-susah. Tinggal menikmati saja. Pejamkan mata,
buka mata…begitu terus..eh keadaan sudah berubah dan jauh lebih menguntungkan
saya… kurang lebih begitulah ilustrasinya.
Tulisan ini terinspirasi dari film Lion for Lambs. Baru aja selesai aku
tonton.. dan semakin kagum dengan orang-orang yang berjiwa the doers. Yang
memiliki semangat yang tulus untuk melakukan perubahan menuju better life. Mungkin
tindakan mereka tidak sempat mendapat tepuk tangan gegap gempita dari
masyarakat…mungkin juga orang-orang malah tidak tahu apa yang mereka perbuat.
Tapi ketika hasilnya nyata,,barulah mereka sorak sorai bergembira..tapi kepada
orang yang salah. Sorak sorai kita kadang ditujukan untuk orang yang
salah teman…have you ever recognize that, mate?
Apa yah contoh nyatanya? Aku ga
bisa kasih contoh nyatanya tapi pasti realita seperti ini ada… aku harap kita
bisa ngerti apa yang aku maksud. Nah jadi…fenomena yang terjadi di dunia ini
adalah semakin banyak orang yang NATO dan free rider. Dan semakin sedikit orang
yang menjadi the doers. Mungkin mereka adalah the doers, tapi untuk diri mereka
sendiri. Yep…seperti free rider lah. Dan kondisi seperti ini tidak begitu baik
aku rasa. Kalo semua orang mau menikmati sesuatu tanpa mau berusaha untuk mencapai
sesuatu itu…..gimana bisa? Aku rasa aku paham kenapa semakin banyak orang yang
suka mengorbankan orang lain demi kepentingan perut mereka sendiri. Life become
harder, harder and harder… dan setiap
orang menjadi oportunis. Mengambil apa saja yang mereka perlukan demi menjaga
denyut nadi mereka tetap normal setiap hari. Whatever it takes…apa aja…..
Setelah itu, aku mau membagi
lagi. Masih manusia,,,karena manusialah yang menjadi inti planet bumi ini agar
selalu berputar mengitari matahari. Halah… begitu… oke…kali ini membaginya jadi
dua. Orang yang punya akses dan
control terhadap apa pun, itu yang pertama. Yg kedua adalah orang yang sama
sekali ga punya akses dan control terhadap apa pun kecuali pada nasib diri
mereka sendiri. Itu pun kalo mereka tidak menjual satu-satunya harta yang
tersisa pada diri mereka kepada kejamnya realita dan materi yang semakin
menguasai setiap sendi tubuh manusia. Nah… dikaitkan dengan NATO, free rider
dan the doers… aku berasumsi (ini hanya asumsi kasar),, bahwa orang-orang
yang punya akses terhadap apa pun itu rata-rata menceburkan diri mereka ke
dunia NATO dan free rider. Dan sisanya adalah orang-orang kecil itu, kecil
karena mereka tidak punya sesuatu untuk diandalkan. Apalagi sistem yang bekerja
sekarang mengutamakan materi, kuasa dan apa lagi teman..itulah itu…sebagai
sesuatu yang hampir dimutlakkan agar tetap menjaga roda kehidupanmu terus
berputar. Kalo mau rodanya mandeg..ya udah..gitu2 aja.. ga usah melakukan
apa-apa. Jadi patung saja. Yep yep yep. Begitulah kawan,,,saudaraku (halah)….
sebentar..aku kesulitan menemukan lanjutan yang relevan untuk tulisan ini.
Aku punya keyakinan seperti ini teman. Ketika kita terlalu bergaul akrab
dengan kemudahan…dan tidak pernah merasa susah barang sedikit saja…. hati-hati
teman. Bisa tumpul nanti nuranimu. Orang-orang yang berduit sekarang…hanya
segelintir saja yang peduli pada orang-orang marginal, orang-orang kecil. Sisanya? Sibuk menjaga agar lingkar
perutnya bisa untuk memuat dua atau tiga hape. Oke kau bisa membela dirimu..
mau susah atau senang,,,itu pilihan. Orang miskin, orang susah kalo mau memilih
jadi senang tetap bisa kok. Bisa teman, bisa… makanya banyak kau liat orang
gila di penjuru bumi pertiwi ini. Itu aku rasa karena mereka memilih tetap
senang ketika kondisinya mewajibkan dan memaksa mereka bersusah-susah ria. Aku
rasa acara TV yang bertajuk andai aku menjadi.. itu bagus. Mengajak para orang
kaya (aku rasa emang itu ya istilah yang tepat) memasuki dunia orang susah.
Bagus sih. Cuma aku merasa aura komersil dari acara itu. Dan masih tetap
menjual air mata orang miskin yang terharu kalo yah you knowlah…malas aku
nulisnya…
Jadi apa intinya? Hem aku emang bukan penulis persuasif yang baik. Aku
hanya menyampaikan uneg-unegku saja. Bisakah kita sedikit lebih menghargai para
the doers yang seringkali kita abaikan itu. Kalo kita tidak mau ikut-ikutan
menjadi orang lapangan, setidaknya dukung mereka. Baik dalam doa ataupun dalam
sikap. Heah..tulisanku serasa di awang-awang. Aku ga tahan aja ngeliat makin banyak orang kere
di dunia ini. Ga tahan ngeliat makin banyak orang yang cuek sama apa
ya….penderitaan? ketidakmampuan orang-orang kecil dan marginal untuk mencapai
hidup yang lebih baik? Dan ga tahan melihat aku sendiri…yang actually tidak
ingin menjadi free rider…tapi kok kayaknya sedang melakoni peran itu.
Hehehehehe….
Seperti kata Elton John, there is
a time for everyone if they only learn… (judul lagunya can you feel the love
tonight)… nah itu menjadi alasanku untuk tetap bersabar. Dan mungkin
menjadi justifikasi juga ya…dan mungkin bisa juga kita terapkan sama
orang-orang yang saat ini bukan the doers.
Ada
waktunya dan bukan sekarang. Yah… udah banyak orang yang NATO dan free rider…
banyak banget malah. Oh ya..hidup itu pilihan juga. So… kita mau jadi NATO,
free rider atau the doers adalah sebuah pilihan. Saat ini aku mau menjadi the
doers. Orang yang aktif terlibat dalam melakukan perubahan. Hehehehehehhe.
Walaupun sampe sekarang apa yang aku lakukan adalah menjadi the doers for
myself. Yeah ada waktunya. Be patient aja. Yep… selamat berkontemplasi.
Regards,
Lina Lumbanraja
May 31st, 2008 at 10:38 am
Excellent! kalau Lina nulis kayak gini di dalam skripsi, pasti dapet A.
Orang memilih menjadi NATO, Free Rider, atau The Doer memang karena banyak faktor, tapi satu alasan yang mungkin membuat kebanyakan orang ogah jadi The Doer adalah karena ada terlalu banyak resiko ketika memilih menjadi The Doer, Too much to risk.
Tapi hore!, masih ada juga yg mau memilih The Road Not Taken itu.. kalau saya, saya memilihnya karena There is no glory without the cross..
see ya!