SANG PROVOKATOR
Jarang sekali aku dapat ide untuk sebuah tulisan di pagi hari… Semakin
jarang ketika aku tahu idenya ini dari kemaren siang dan entah apa yang membuat
dia tetap bertahan di otakku sampai pagi ini. Kelihatannya dia tidak mau keluar sampe aku tuliskan kali yaa….. Akan
terus mengganggu otakku dan membuatku jadi tidak fokus…
Umm kali ini aku mau berbicara soal provokator. Sang provokator. Sepertinya
kita semua udah paham dengan istilah ini. Orang yang selalu mengompor2i,, yang
selalu hadir kala kericuhan terjadi,,yang bersemangat bersuara bak toa kala
protes….. terus apa lagi?? I bet you know that…
So… aku membayangkan seperti ini.. si provokator itu adalah semacam roh..
Dia melayang dan melayang… membiarkan angin membawanya pergi… melewati
jutaan lautan manusia yang menyambut hari dengan caranya masing-masing..
Dan ketika dia merasa aah…aku dapat mangsa.. Maka dia tidak akan
membiarkan angin menuntun dia.. I have
my own path,,desisnya bengis.. Dan si bayu hanya bisa mengedikkan bahu.. menatap
prihatin dan kemudian pergi. Mulailah roh provokator ini berjalan…sedikit
menghentak2kan kaki, sedikit tap dance mungkin untuk menunjukkan kemantapan
hatinya..(emang provokator punya hati) dan dia sudah mengunci targetnya.
Wusshhhhhhhhhhh masuklah dia ke dalam tubuh seorang ummm katakanlah seorang
pemuda. Pemudi pun tak mengapa. Dibakarnya semangat pemuda itu dengan api
kebencian. Disulutnya adrenalin pemuda itu dengan ideologi-ideologi tanggung
yang berusaha dikompromikan si pemuda karena alasan hidup tidak segampang
teori-teori yang dikemukakan sebuah ideologi. Blasttttttttttttt meledaklah
pemuda itu dan menjelmalah dia menjadi provokator.
Sosoknya dapat kita lihat dalam diri seorang orator demonstrasi yang
terkadang tidak mengerti apa yang dia protes. Mungkin kelihatan keren kalau aku
berbicara layaknya Bung Karno di podium.. hahahahhahah… Bung Karno boleh kita
juluki Singa Podium.. tapi pemuda ingusan yang baru saja kerasukan roh sang
provokator, ijinkan aku melabelimu: anak ayam yang berada di atas punggung
seekor singa. Hahahahahahaha. Umm maksudnya artiin sendiri aja. Sosok pemuda
ini juga dapat kita lihat dalam setiap kerusuhan yang terkadang tidak jelas
sebab-musababnya apa. Boleh kita katakan kerusuhan etnis yang terjadi di
beberapa wilayah di bumi pertiwi ini… atau boleh juga kita katakan dalam
sosok seseorang entah siapa pun itu yang menyebarkan gosip buruk soal axis
sebagai kartu setan.. Kalau dapat sms yang membuat layar jadi merah atau
telepon yang membuat layar jadi merah jangan diangkat.. bla..bla..bla… Atau
sosok yang mengklaim kalo Song Hye Gyo udah meninggal gara2 kebanyakan minum
obat pengurus…
Intinya provokator membuat kacau situasi yang tenang dan semakin
mengacaukan situasi yang udah kisruh. Status quo dengan gampang dia
porak-porandakan kalau……. orang-orang dalam status itu oon mendekati
geblek.(apa coba maksudnya). Dan aku
merasa kita, orang-orang Indonesia ini gampang banget tersulut sama provokator.
Apa kita emang orang-orang yang beremosi pendek…berlogika pun jauh lebih
pendek daripada emosi. Ketakutan aja yang panjang dari sabang sampe merauke.
Dikasi berita ini..langsung percaya. Ditelan begitu saja tanpa dikunyah-kunyah
sampe dapet sari kebenarannya. Giliran dikasih tau yang benar eeehhh malah
disinisin. Dianggap sebelah mata. Ckckckkckckckckckck… temanku pernah
berkata: hebat Indonesia ini, secara teori negara ini mestinya udah jadi failed
states. Tinggal menunggu uluran tangan (layaknya iklan Nokia) para donatur atau
kebaikan hati negara2 digdaya untuk mengubah setiap sendi negara yang udah
lapuk jadi kokoh kembali. Tapi kok masih saja ada denyut jantung yang
bersemangat membangun negeri seribu satu pulau ini menjadi negara yang
beres…beres moralnya dulu baru yang lain2 diberesin.
Aku juga termasuk orang yang gampang terpengaruh sama provokator. Gampang
menerima suatu berita tanpa mencari dulu kebenarannya. Well… sekarang kalo
ntu berita datang dari mulut orang-orang yang aku yakini sebagai provokator..
maap2 aja dah… bakal aku teliti sampe bener sampe dapat bukti…baru aku
teruskan ke yang lain…(Loh…mengikuti jejak provokator dong??)
Kok provokator jdi mirip pembawa pesan2 yang masih abu-abu yang harus kita
kategorikan hitam atau putih.. ya ga?? Ketika pesannya adalah putih…layak kita
teruskan..ketika hitam..pilihan kita… mau menghitamkan yang sudah hitam atau
memutihkan yang hitam dengan cara mematikan jejak langkah si provokator dengan
berujar: diam kau. Dasar provokator.. ga ada betul2nya apa yang kau bilang itu. Ngengeklah
kau!!!!
Dan instingku berkata: roh-roh provokator ini makin banyak aja mengudara. Apakah
kamu juga merasa demikian? Dan mereka mengambil wujud yang jauh lebih cerdas.
Tidak seeksplisit provokator sejati yang muncungnya langsung dower layaknya
iklan fren ketika ada kericuhan. Bahkan kericuhan gara-gara anak kambing
ditabrak mobil. Lebih lihai, cerdas, bahkan cenderung licik dan mematikan. Yeah…. dan kita pun
harus semakin pintar mengatasi trik-trik dari provokator.
Cara yang paling mudah tapi seringkali dinafikan oleh kita adalah: berdoa.
Mendekatkan diri pada Tuhan. Yeah provokator itu mungkin genus atau spesiesnya
iblis kali. Dan iblis….mutlak…mutlak hukumnya takut sama Tuhan. Dipites aja
ngibrit kok dia.. so……rajin doa..minta berkat…baca firman… lengkapi
dirimu dengan senjata Kerajaan Surga (gila keren banget gw) dan lawanlah si
provokator
Yang kedua…gunakan logikamu. Banyak belajar,,,memetik hikmah dari setiap
peristiwa dan gunakan itu sebagai pedoman dalam menjalani your next episodes in
life. Aku kira kenapa orang Indonesia ini banyak yang jadi korban provokator
yah karena itu… pendidikannya kurang. Banget malah. Dan parahnya lagi malah sinis sama
pendidikan… dasar oon. Ya gampanglah dicuci otak. Ikut-ikut aliran yang ga
jelas hanya diiming-imingi modal untuk buka warung atau tawaran oke..akan saya
hidupi keluarga bapak asal…. (isi sesuka hatimu). Orang yang berpendidikan
aja masi suka khilaf gara-gara kesombongan yang merajai hatinya apalagi orang
yang tidak pernah mengecap pendidikan samasekali.
Yang ketiga. Ummm aku ga tau.. tiba2 saja terlena dengan suara merdu si
enya yang menyanyikan lagu evening falls. Oohh melenceng dari jalur sedikit
ya… aku sedang giat2nya mendengarkan musik-musik tradisional dari Irlandia
sana. Celtic, gaelic, irish… musik2 kala orang-orang Norse dan Viking masih
ada. Ummm rasanya gimana gitu. Oh ya. Ada satu lagu. Bagus. Lagunya Loreena
Mckennit.. beneath the phyrgian sky.
My mind was called across the universe of human misery and waste of life. Tu salah satu
penggalan liriknya. Umm keren aja. Human misery?? Yeah.. kita akan banyak bersahabat dengan various
kind of misery. Dan kita harus bisa mengelola diri kita, moral kita supaya ga ikut2an in
pain. Umm sepertinya my mind was also
called not only by human misery tapi juga my thesis yang ampe sekarang belom
kelar2… huff…… doakan saya…. Biar cepat selesai. Tuhan Yesus memberkati. Have
a nice day…
Eh yang ketiga pikirin sendiri aja. Kayaknya yang dua itu sudah mencakup
semua ya… hal-hal kecil yang tak sengaja aku lupakan. Beware ya sama
provokator…
Vielle liebe,
Lina Lumbanraja
Satu kutipan lagi: A baby is God’s opinion that the world should
go on….. so..let’s have a baby!!!!!!!!! Hehehehehheheheh…someday
lin..someday…jangan sekarang…….(tuing ni pikiran error sebab aku ngantukkkkkkkkkkkkkk)