MEMPERTANYAKAN KEMBALI PEMIKIRAN FEMINIS
Tuesday, August 19th, 2008Feminis? Kaum yang mungkin sedikit disinisin oleh kaum
pria. Teori yang merupakan kelompok marginal dalam kumpulan teori dalam HI. Apa
yang menjadi dasar pemikiran kelompok feminis?
Saya memandangnya: mereka memperjuangkan kesetaraan hak.
Kesetaraan gender tepatnya. Ketika peran gender yang melekat pada perempuan dan
laki-laki ternyata sedikit merugikan kaum perempuan… karena perempuan hanya
bekerja di rumah, mengurus anak, rumah tangga, mencuci piring, melayani
suami… istilah kasarnya : perempuan tempatnya di dapur dan di tempat
tidur.. oke… saya anggap
istilah itu sedikit merendahkan peran perempuan… saya tersinggung. Benar saya
tersinggung. Dan feminis pun mulai berusaha membelokkan paradigma masyarakat
yang cenderung patriarkis dan mulai menggantinya dengan pemikiran yang netral
gender. Perempuan masuk ke ranah publik, menjadi pengacara, politisi, bahkan
presiden sudah dianggap wajar. Tidak dianggap not appropriate, not competent de
el el… bagus.. berkat
dorongan dari feminis banyak perempuan sadar akan keterpurukan mereka dan
bangkit… dan here we are women… we are rise and no wonder..we are great.
Sampai di sini ……
dan apa lagi yang dilakukan feminis? Aku pun turut bertanya… dan mereka mulai
mempertanyakan perempuan yang menerima anggapan bahwa mereka memang seharusnya
ada di rumah… aku rasa…kaum feminis sedikit mendiskreditkan perempuan yang
memilih berkubang dalam rumah. Oke… mereka berargumen, kau bisa lebih dari
sekedar mengurus rumah dan berada di dalamnya sepanjang hidupmu…but…. They
don’t know apa capeknya menjadi ibu rumah tangga. Mereka seakan melupakan jati
diri mereka. The happiness in the motherhood. Mengurus anak-anak dan
menyaksikan mereka tumbuh dewasa… mereka seakan melupakan kenikmatan itu. Yang
pastinya ga akan tergantikan bahkan ketika seorang perempuan berada dalam
puncak kariernya… menjadi greatest women ever exist…
Karena itu aku
menetapkan posisiku sebagai seorang perempuan yang menghargai kaum feminis dan
juga para ibu rumah tangga yang bekerja
keras demi keluarga mereka.. yang memberikan afeksi sedemikian rupa tanpa
mengenal lelah. And you know what… I have my full respect to women like that….
Tanpa mereka…. Kita tidak akan tahu makna dari sebuah keluarga… dear housewifes
in the world … I do admire you so much…. Someday I want to be like you people….
Regards,
Lina Lumbanraja