apresiasi padi

April 1st, 2008 by alissonmeir

..lagu padi yang sekarang bagus2 banget…. bikin merinding….

liriknya dalem…..sederhana tapi ga kampungan kayak lirik lagu band sekarang….trus kayaknya menggambarkan kekuatan cinta yang gimana gitu,,

di zaman sekarang..di mana banyak orng yang skeptis sama cinta…

dianggap…ga banget lah…. apa lah..gini lah,,gitu lah..

ketika cinta harus bersaing dengan individualisme..egoisme dan semacamnya..dan padi datang menghibur dengan lagu2 cintanya yang dahsyat,,,membuatku berpikir well

pasti masih ada cinta seperti yang padi gambarkan..

dengerin lagu harmoni, ode…rencana besar dan jangan datang malam ini..itu favoritku…

sepenggal lirik lagu ode…

ooh aku tak akan pernah melupakan semua yang indah yang pernah kau ungkapkan…

beh…cewek mana yang ga tumbang kalo dikasih lagu kek gini…

ternyata aku masih menganut paham romantisme…..halah..

dan berpikir…ternyata perempuan mudah luluh ya….

mudah luluh tapi logika tetep jalan

sementara laki2….kalo dah cinta…logika mampet,,,kayak susah buang air besar…

hem…kalo aku ada duit banyak..aku mau meneliti kenapa orang bisa saling cinta…kenapa bisa bertahan..kenapa menghilang…

apa siklus percintaan setiap orang sama…. grafiknya..rendah..tinggi terus rendah lagi terus jadi datar………….

hheheheheheheehhehe

oya…kemaren ntu aku ke bali duonk… terwujud juga keinginanku ke sana…rencananya dari taun 2006 loh…. huhuhu…baru sekarang kesampaian..

kesan soal bali….

adatny kuat banget…tapi asik…melihat bagaimana modernisasi dan tradisionalisasi hidup berdampingan tanpa harus gontok2an…

nah….adat bali tu juga sangat menghargai alam dan segala isiny..bahkan mereka meyakini bahwa Tuhan juga turut menciptakan mahluk lain selain manusia yang harus dihormati… yah kayak roh halus gitu…

aku sempat ikut ritual orang bali.. dikasih air penyembuhan gitu,,terus ditarok beras gitu di dahi… langsung merasa bersih dan cantik gitu deh.,..:)

pengen balik lagi ke sana…soale belum mendapat hem…perasaan yang ughhhhh waktu ke tanah lot…ujan sih..coba ga ujan..pasti romantis mampus…..hihihihihihihihih

nah,,,terus ngobrolin apa lagi kita??? oya ada banyak cerita dari teman ketika aku nympe jogja…

masih soal teman lain yang carmuk…beh..ada2 aja.. hari gini masih carmuk….. malah kadarnya dah ga bisa ditolerir lagi…wkakakakakkakak

dah ah…malas bicarain orang… biarkan dia berkembang…

ngantuk aku…masih 6 jam lagi…huks

LOST?

March 25th, 2008 by alissonmeir

Pernah dengar istilah: people change… nah saat ini aku merasa aku berubah…kalo ga bisa disebut mengalami disorientasi. Kemarin dulu aku nonton The Secret dan menyadari kalau this universe has its own way to rule.. it has its own law. Yang berlaku bagi semua mahluk yang menjejakkan kakinya di bumi ini. Termasuk aku atau kamu mungkin. Nah dalam hukum itu dikatakan kita lah yang mengatur masa depan kita. Kita bisa menentukan kita mau jadi apa mulai dari sekarang. Istilahnya planning for future gitu. Nah… dan aku merasa terjebak..mungkin terjebak…sama dua rencana masa depanku. Aku bagi rentang waktunya ya..waktu aku masih di Medan dan setelah aku berada di Jogja. Di Medan..ukuran suksesku..jelas materi..sehingga dalam benakku..masa depan yang cemerlang adalah..Lina Lumbanraja S.I.P, M.Sc,,,, kerjanya jadi diplomat di negara yang aku senangi..sebutlah…Yunani, Mesir, atau Spanyol. Pokoknya apa pun jadinya aku nanti…semua orang akan berdecak kagum dan salut samaku. Apalagi my beloved parents. Nah…itu dulu. Setelah menyelami lebih dalam inti dari sebuah kehidupan…apalagi kehidupan sebagai orang Kristen…aku mulai mempertanyakan rancangan masa depanku itu.. mikirnya gini…apa aku emang mau jadi kayak gitu..atau itu hanya untuk memuaskan egoismeku aja..rasa hausku akan pengakuan orang lain atas eksistensiku..atau kepuasan batin karena bisa membayar jasa2 orang-orang yang selama ini menyokongku..orang tua, keluarga, dll. Seperti kata Richard Fish…kau bukanlah seperti yang kau pikirkan…tapi apa yang orang lain pikirkan tentang kau. Ada benernya juga sih…dan saat ini tantangan terbesar dalam separuh usiaku..belum separuh dink..adalah mengalahkan tantangan itu… aku harus bisa menjadi apa yang aku pikirkan…apa yang aku inginkan. Tapi setelah direnungi lebih dalam lagi..apa yang aku inginkan? Emang aku mau jdi apa? Nah aku tidak bisa menjawab.. aku malah bingung… emang aku mau jadi apa ya??? Setelah berpikir lumayan keras…. ada sedikit banyak dari rencana masa depanku dahulu yang masih tetap kupakai untuk my new brightest future… tetap aku pengen dapat gelar S2.. tapi ga mesti….. ga dapat jga ga pa pa. Tetap pengen ke luar negeri..tapi mungkin Cuma buat jalan2 aja… ga sampe menetap 1 mpe 2 tahun. Dan pada akhirnya… aku mau menarik diri dari apa ya…. modernitas..pokoke…menarik diri dari kehidupan perkotaan..anak gaul,,metropolitan..bla2…. Hem… malas aja jew jadi bagian dari situ. Bukannya takut..atau malah merasa tidak mampu menyesuaikan diri dengan gaya hidup zaman sekarang. Bisa saja aku ikuti tapi apa bener itu yang aku inginkan? Ga lah…. aku rasa aku sudah cukup banyak mengorbankan hem.. salah dink berkompromi sama hati nurani.. jadi for the first and last time…aku akan berdamai dengan harapan hati nuraniku..yang ga macam-macam.. mendekam di tempat yang masih bersih..belum diperkosa sama keserakahan manusia…. di mana alam dan penghuninya adalah sahabat baik…bukan mahluk-mahluk yang saling menyakiti. Mungkin ketika aku gede nanti..memasuki usia kepala 3 atau 4..tempat kayak gitu semakin jarang aja… atau malah sudah tidak ada lagi… Dan aku bakal menjadi Peter Pan.. create my own world.. dunia yang aku impikan..ketika aku menyadari bahwa apa pun yang mau kita capai dalam hidup ini bukan sekedar pencapaian aja… tapi lebih kepada bagaimana yang kita raih itu mengajarkan sesuatu yang berharga dalam kehidupan kita… dan membuat kita jauh lebih menghargai… our life…our friends…our society… and other people…and this universe for sure. Tapi ini juga ga mutlak berlaku. Sama seperti yang aku bilang tadi di awal… semuanya dinamis.. ga ada yang statis.. bahkan apa yang telah aku rencanakan sekarang bukannya ga mungkin suatu saat bakal berubah. Bukannya tidak konsisten… tapi ada banyak faktor..disadari atau tidak yang mempengaruhi kita dalam merencanakan sesuatu.. Aku masih ingat dulu ketika aku menjadi relawan gempa Jogja yg programnya adalah trauma healing anak-anak… aku bertekad..aku akan jadi aktivis anak.. ga peduli aku mau dilempar ke pedalaman indonesia atau afrika di mana pun itu… asal tujuannya untuk memberi anak2 kesempatan hidup yang lebih layak… aku rela.. sip mantap… nah itulah dulu keinginanku ketika animo masyarakat masih tinggi sama korban gempa.. Dan sekarang…aku tidak lupa dulu aku masih punya keinginan itu. Tapi keinginan itu udah bergeser.. ibaratnya plan B..maka that wish udah menjadi plan E.. Begitu cepatnya aku berubah.. apa semua orang juga mengalami perubahan seperti ini? Uff… bagi semua orang yang membaca tulisan ini..help me find my apa ya…mungkin bukan masa depanku tapi misi dan visiku…sebagai seorang mahluk sosial dan mahluk Tuhan..dan pelayan Kristus pastinya…. Saat ini waktuku untuk berkontemplasi semakin menipis…banyak kesibukan dan beban pikiran yang menomorsekiankan.. renungan tentang kehidupan itu.. Dan merasa sedikit menjauh dari Tuhan…merasa ada sesuatu yang hilang… ditinggal sendirian di alam semesta ini..hiks..hiks…. Lord..find me…or should i find You? Regards, Lina Lumbanraja…. I’m not a lost person..just a person who actually love the search…for who i am ……

forgive to live

March 23rd, 2008 by alissonmeir

ayo belajar mengampuni… susah emang. saat ini ada 3 orang yang belum aku ampuni kesalahannya. simpel sih gara2nya. sepele malah. cuma karena emang panjang sabar saya ga panjang alias pendek… saya diamin aja tu orang2. nah dibilang merugikan juga ga. tapi apa ya…seperti tidak bebas. merasa tidak bebas. oke aku ampuni mereka. tapi aku ga mau terlibat apa2 lagi sama orang2 itu. nope. cukup sudah. jadi biarlah kita menjadi stranger.. biarkan hubungan masa lalu menjadi kenangan. go on wae..go oon maksudnya.hahahahahhahahha

nah aku sudah mengampuni kalian semua. dan aku merasa bebas. lebih sehat. aku juga udah melepaskan diri dari ikatan yang dulu ada di antara aku dan kamu2 yang merasa aku diamin. bebas. kita sekarang orang asing. tidak saling mengenal. berbicara ketika ada perlunya saja. bertegur sapa tetap demi menjga nilai2…
dan jalani hidupmu sendiri. as me with my own life. hah
shiftku habis…kapan2 disambung lagi

Manusia=Manusia?

February 26th, 2008 by alissonmeir

Tulisan ini terinspirasi setelah menonton film “The Invasion”. Baru aja selesai nonton dan ide datang menghampiri. Ditambah dengan info yang aku dapat dari internet yang katanya… dunia bakal kiamat tahun 2012. 20122012………. bener ga tu? Tapi paduan angkanya bagus sih. Dan aku ga terlalu mempermasalahkan kapan kiamat. I’m not afraid of death…cause i’ve been saved. Oke. Jadi dalam film the Invasion itu diceritakan bahwa ada semacam sel alien yang terikut pada pesawat ulang-alik AS yang jatuh ke bumi. Nah sel itu ketika bersentuhan dengan tubuh akan menyatu dengan sel manusia dan bereaksi secara cepat ketika kita tertidur dan mengubah kita menjadi sosok yang dingin, tanpa emosi dan datar.

Nah kemudian aku berpikir. Manusia haruskah berubah? Aku membayangkan orang-orang terdekatku berubah gara-gara virus sel alien yang mengkontaminasi tubuh itu dan Cuma aku yang ga berubah. Katakanlah aku kebal seperti Olliver dalam film itu. Dan apa pilihanku? Aku mikir aja perkataan si Tucker yang memaksa si Carol supaya bergabung dengan mereka. We create the better world itu janji si Tucker dan komplotan manusia semi-aliennya. Ga bakal ada kemiskinan, pemerkosaan, penderitaan, keserakahan,,,apa pun itu yang mewarnai kehidupan manusia sehari-hari. Benarkah? Dan banyak orang yang bergabung. Banyak sekali. Hampir semua penduduk AS malah. Sukurlah Cuma di film. Kalo jadi nyata bengek juga oi..

Kita emang ga bisa mangkir kalo kualitas kita sebagai manusia sedang dipertanyakan. Padahal sebagai mahluk Tuhan yang paling tinggi jika dibandingkan dengan hewan dan tumbuhan… sudah seharusnya kita memiliki perilaku yang baik pula. Kita yang diberi akal budi, boleh bergerak bebas ke sana dan ke sini…. aku menyadari manusia emang the wonderful creature that God’ve ever made. Sayang sekali perilaku manusia kebanyakan sama sekali ga mencerminkan keindahan manusia sebagai citra Tuhan. Eh iya ga sih? Aku lupa di ayat berapa gitu di Alkitab dikatakan baiklah kita menciptakan manusia menurut gambar dan rupa kita….. dan inilah aku,,,kamu dan semua yang baca tulisan ini. Aku sangsi ada hewan yang ngerti baca ini. Heheheheh.

Dan apa yang telah kita lakukan sejauh ini? Aku tau aku ga boleh menghakimi. Aku hanya boleh berkomentar. Anggap ini sebagai komentar kritis dari mahasiswa yang sedang kehilangan mood ngerjain skripsinya. I’m the great thinker,,right?? Without action pastinya. Ga lah.. ada aksi tapi ga perlu reaksi dari kau… dari Tuhan aja yang paling penting.. sip!!!!!
Manusia=manusia? Atau perlu manusia ini mengalami revolusi lagi… bukan sekedar revolusi fisik tapi juga revolusi moral. Mungkin nama barunya setelah berrevolusi bukan manusia. Katakanlah namanya: ehm….. hobbit. Yah eceknya gitu ya. Dengan moral baru yang jauh lebih baik dari moral yang dimiliki manusia sekarang ini. Better..better…just better….

Aku ga perlu menguraikan apa yang terjadi di dunia sekarang ini. Hampir tiap hari yang menghiasi berita TV, koran, apa pun itu…kalo ga gosip artis yang makin berani aja menghilangkan moralnya sedikit demi sedikit…ya bencana alam lah,,,korupsi lah,,, pembunuhan, pemerkosaan, terus eksploitasi tangisan orang miskin yang mendapatkan uang banyak atau masuk tivi gara-gara penderitaannya menjadi konsumsi pemirsa televisi, terus apa lagi…oh tayangan script-minded yang buat anak remaja jadi tambah goblok. Yang mengutamakan cinta sebagai daya tariknya. Cinta pun jadi alat komersil sekarang. Dan parahnya banyak orang yang pengen kisah cintanya seperti reality show ga mutu yang masih bertahan sampe sekarang ntu. Dasar…. terus kaitannya dengan kiamat… kan katanya 60% wilayah Indonesia bakal hancur… yep… mungkin aku termasuk di dalamnya…mungkin juga enggak… tapi kalo semua kehancuran itu membawa kita yang tersisa menuju kehidupan yang lebih baik…. fine…

Hah… aku juga ga terlalu suka perubahan. I’m old fashioned.. konservatif… ya termasuklah itu… tapi ketika perubahan itu menuju sesuatu yang lebih baik…bukan hanya untukku, semua orang dan dunia ini pada akhirnya…. oke… aku ga keberatan berubah. Dan soal film itu…aku ga mau ikut kelompok si Tucker. Prett… satu yang membuat aku senang menjadi seorang manusia, seorang perempuan…. punya emosi. Senang, sedih, kecewa, ketawa sampe perut sakit, deg-degan sampe ga bisa ngomong, khawatir berlebihan yang ga mutu, sebel, mengomentari orang tapi ga pernah ngaca dulu dan sebagainya. Semua proses merasakn itu membuat aku…mungkin juga kamu merasa utuh…kalo ada slogan iklan yang mengatakan aku perempuan. Aku dengan bangga mengatakan aku manusia.. lebih bangga lagi mengatakan aku Kristen. Walaupun beban moralnya lebih berat euy.. tapi itu pilihan ku sebagai manusia yang dikategorikan dewasa. Pernah ga sih kita merasa sangat bersyukur karena Tuhan menetapkan :oke..kau jadi manusia aja..namamu Lina…karena kucing udah banyak jumlahnya,,,,, pohon apa lagi… manusia juga udah banyak tapi kau punya tugas khusus…jadi kau turunlah ke dunia sana dan laksanakan FirmanKu…

Walau sampe sekarang aku belum ngerti tugasku apa. Tapi aku menikmati keseharianku sebagai orang normal. Makan, minum,. Boker, kentut,,,merasakan sakit…kebetulan saat ini telingaku radang lagi… dan menikmati setiap rasa sakitnya… wakakakakn. Dan terus mencari visi dan misi Tuhan menciptakan saya. yEp…dan aku menikmati setiap prosesnya. Lengkap dengan sukacita, dukacita…. cinta… dan mengucapkan terima kasih kepada Dia yang telah mengizinkan saya menginjak dunia ciptaanNya yang semakin aja kehilangan keindahannya. Mengizinkan saya (cieh saya) bertemu dengan banyak orang yang karakternya macam-macam.. dan bagaimana aku kesal, senang, sedih dan apa pun rasanya itu ketika membina relasi dengan orang-orang tersebut. Walaupun di dunia ini lebih banyak hal-hal yang negatif.. hal positif masih ada dan mereka masih terus berjuang mempositifkan dunia ini sampe kekuatan maha dahsyat menyelesaikan pekerjaan mereka. Aku sedang berusaha memasuki kelompok itu. Yep..create the better world for human being. Free rider yang selalu nunggu hasilnya emang selalu ada… tapi dia telah kehilangan kesempatan berharga… tentang sebuah kesempatan yang dia sia-siakan untuk merasakan keutuhannya sebagai manusia..yang manusia…. Manusia sejati yang manusiawi….. mahluk Tuhan bukan yang paling sempurna…tapi punya tugas khusus untuk langit yang menaunginya dan tanah yang diinjaknya setiap hari. Kehilangan kesempatan mendapat nilai plus di mata Sang Pencipta….

kosong

February 12th, 2008 by alissonmeir

detik jam terus berdetak

dan aku ditemani alunan musik yang sedikit menghentak

mengusir kantuk

menjaga jiwa tetap terjaga

jangan tidur dulu

sang otak memberi perintah

mata merespon enggan

mulut mendukung dengan menguap

sekali..dua kali sampai aku pun lupa

berapa kali aku  menguap

malam masih panjang

dan yang lain masih terlena dalam episode-episode mimpi mereka

ah bosan aku  mengamati malam

mengalami malam menjelang subuh

ditemani sosok yang membatu

bersama mirc dan yahoo mesengernya

ide yang datang dan pergi tanpa sempat diresapi

kepala yang semakin berat

asap rokok yang semakin pekat

dan kebosanan yang mengikat erat

ttttttttt

definitely bored

terinspirasi saat shift 3 di caesar net jam oo.oo-o8.00

beginilah rasanya menjadi sahabat malam

cheers

my world, your world

January 14th, 2008 by alissonmeir

terinspirasi dari nonton film lagi. n selalu film lama berjudul good will hunting. ketika nonton film ini jatuh cinta sama matt damon. sebelumnya aku ke warnet jam 11an malam je. serem juga. soale jalanan sepi banget.tapi ada hal yang menganggu pikiran dan aku rasa bakal lebih tenang setelah menuliskannya.

oke aku jadi mikir apa aku juga punya tembok setinggi will hunting. aku ga pernah ngasih kesempatan buat siapa pun yang mau melihat the real me dan sebaliknya. aku ga tertarik melongok ke tembok orang lain. merangkak, menaikinya dan melihat seperti apa dia aslinya. ketika kita berinteraksi dengan orang lain, kita baru mengenal 10 % aja dari 100% dirinya. ini menurutku. ga ilmiah seh, hanya berdasarkan pandangan pribadi. nah tu dia. kadang aku merasa segala sesuatu lebih baik seperti itu aja. aku, kamu, siapa pun…berinteraksi secara wajar saja. no intimacy is needed. karena ketika aku, kamu, siapa pun bertambah akrab..saling mengenal dan memasuki tembok masing-masing…yang ada kemudian adalah polemik..ketidakcocokan karena mengetahui 100 % karakternya. makan hati, sebel adalah hal biasa yang terjadi ketika kita semakin intim dengan seseorang. jadi bukankah lebih baik hubungan itu biasa aja….karena kemungkinan untuk saling menyakiti akan bertambah kecil sebagai akibat dari terbatasnya akses?

aku punya pengalaman. mengijinkan seseorang memasuki tembok kehidupanku. kayaknya ga tembok deh,kesannya gagah dan angkuh banget… memasuki duniaku saja lah ya. aku ganti istilahnya. dan we have a great time together…for a while. habis itu barulah aku tau borok2nya..dan i cant stand with it. aku mau mengeluarkan dia dari kehidupanku secepatnya karena dia pun memasuki kehidupanku terlalu cepat. karena semuanya in a rush aku jadi ga bisa terima keburukan dia. mungkin akan lain halnya jika aku dan dia punya waktu yang lebih lama untuk saling mengenal dan beradaptasi. kami gagal jadi teman dan aku tidak menyesalinya. justru aku senang hubungan kami seperti dulu lagi di saat kami tidak saling mengenal. hem itulah pengalaman buruk aku dengan seseorang yang gagal jadi temanku.

tapi temanku yang lain bilang, bagaimanapun juga kita tetep butuh orang-orang di dalam kehidupan kita. dia yang bisa mengerti kita lebih baik daripada orang-orang di luar kehidupan kita. kita bisa sharing pemikiran, unek-unek dan juga mimpi. apa pun tanpa harus merasa dihakimi dan sebagainya. masuk akal. aku ga mungkin ngomong panjang lebar soal betapa betenya aku hari ini sama ehm..orang asing yang aku temui ketika menunggu antrian di sarjito. paling pol ngobrol sama orang itu  cuma : sakit apa mas/mbak? lama ya. basa basi gitu deh… maka dari itu.. everybody needs somebody else. aku cukup beruntung mempunyai beberapa orang yang bersama mereka i feel warm, peace, comfort, happy, delightful… walaupun sempat kesel, bete, muak, pengen nunjang mukanya, dsb.  walaupun setelah bersama nanti,,,akan banyak karakter ajaib dari mereka….akan aku terima..apa justifikasi aku tetap bersama mereka adalah… mereka lah yang membuat hidupku menjadi berwarna-warni… aku hanya ga mau kehilangan that colours…tanpa orang-orang tadi,,,my life hanyalah serangkaian kejutan-kejutan yang tidak menyenangkan. hehehehehehehehhehehe

bercermin lebih sering?

January 8th, 2008 by alissonmeir

bercermin atau berkaca adalah hal yang wajar yang dilakukan setiap orang setiap hari. walaupun aku menemukan seseorang yang paling ga suka ngaca. mungkin dia sadar kalau wajahnya hanya akan membuat dirinya sendiri emosi.hehehehehehehe

hem,,,,aku sedang mikir soal kesialan yang aku hadapi dari kemaren2 sampe sekarang. dan aku mencoba mengkaitkannya dengan cermin.

dari dulu aku ga pernah lucky kalo ngejek orang. aku termasuk orang yang difavoritin sama karma. asal aku ngejek orang…oke ga ngejek,,katakanlah berkomentar mengenai kelemahan orang lain, pasti suatu saat, kapanpun itu aku bakal kena kelemahan si orang tersebut. dulu aku ingat banget pernah ngejekin teman SDku yang rambutnya kribo kayak sapu ijuk… trus waktu aku SMP, rambutku yang hitam lurus malah jadi kaku, kasar dan mirip sapu ijuk. sampe-sampe kawanku menjulukinku(aduh jelek kali pilihan katanya..) rambut topi. itu satu contoh. contoh lain, aku suka ngomentarin temenku yang perutnya buncit kayak orang hamil..tak lama kemudian perutku pun berlipat sampe bisa ngantungin HP (ini berle…tapi perutku jadi buncit). contoh lain yang ekstrim lagi? ah ga mau ah…malu dunk bongkar aib sendiri.

trus aku mikir…kok aku terus sih yang jadi korban dari ejekan-ejekan ataupun komentar-komentar yang absolutely ga konstruktif buat orang ybs? soale aku ngomongnya pasti sama teman-teman lain. mereka juga ikut-ikutan komentar n ngejek. tapi mereka baik-baik aja. ga tambah gendut n ga punya rambut topi… beu…nah yang paling parah dulu aku suka ceritain teman sebangkuku waktu SMP detik-detik dia ngeluarin teler dari telinganya..hehehehehe. terus sekarang aku malah kena otomikosis dan radang telinga tengah. hiks kadang sampe berlipat ganda gitu loh karmanya…kapok..

maka dari itu aku sangat hati-hati kalo mulai ngasih komentar sama orang. takut kena sendiri. trus mikir lagi……..mikir lagi.

satu kebiasaan burukku gampang banget liat kekurangan orang. dan gampang banget melontarkannya…tapi tidak di depan orang ybs ntar sakit hati..paling mendiskusikan bersama teman lain dan merasa ada sedikit kepuasan kalau teman lain setuju sama pendapatku. trus,,,tak lama kemudian aku kena tulahnya dan menyesallah aku.

nah dari situ aku mikir untuk lebih sering2 bercermin. bukan pake kaca segi empat yang memuat your real shadow.. tapi pake apa ya….bercermin pake hati… pake jiwa..pake pikiran. dan aku bisa ngeliat sehitam apa aku ini. mungkin mirip pantat kuali ya…dan sama seperti cermin biasa…. aku yang hitam jiwa dan pikirannya ini bisa dipoles jadi putih kembali asal aku rajin2 bercermin. orang jelek aja kalo rajin ngaca trus nyadar trus rajin dempul mukanya pasti jadi cantik kalo dia ngaca untuk kesekian kalinya. hehehehehehehehe

kurang lebih kayak gitu. aku pikir…aku harus rajin-rajin melongok ke cermin yang lain..am i still in the black hole..atau ga lagi. nah bukannya mau sok suci sih tapi aku punya beberapa alasan kenapa kita harus bisa mengurangi ngejek2 orang. alasan yang utama adalah seperti kata My dear Saviour, perbuatlah pada orang apa yang ingin orang perbuat padamu dan sebaliknya. jadi aku ga mau aku menjadi bahan ejekan, olok2an orang…maka aku jangan ngejek2 orang. kedua..nobody’s perfect. bahkan seleb yang secara fisik udah te o pe bgt..pasti ada kurangnya. nah aku juga. mungkin ketidaksempurnaanku adalah aku suka ngejek… tapi dulu loh…sekarang sih bodo amat… orang mau ngapain selama kagak nyenggol gue..asik aja… tiga…masih banyak loh yang bisa kita kerjain daripada menghabiskan waktu dengan mendiskusikan kejelekan orang.

temanku pernah bilang samaku kau kok gampang kali nyela orang, mending di depan orangny langsung, ni jadi pembokong pula..main belakang terus. hikske jadi malu dan tertampar banget. jadi malu ngaca aku nih. ah,,,malu….malu. malu…dan butuh keberanian buat mengungkapkan keburukanku ni. dan memang aku sadar kenapa aku ga berani ngomong di depannya..dengan dua alasan,takut orangnya sakit hati dan yah,,,,,aku yang pengecut. jadilah orang jujur sama diri sendiri, orang lain dan kehidupan yang kau jalani. itu yang aku petik dari kelemahanku. yup kita semua belajar dari kelemahan kita, kegagalan kita dan setiap aksi-reaksi yang mewarnai interaksi kita dengan sesama setiap hari. aku belajar untuk lebih sering ngaca…tidak menegatifkan orang.. walaupun fakta berkata dia negatif…n i would make him/her positive. setiap orang punya apa ya…his own jewel..yang membuat dia bersinar, berbeda. kenapa ga kita gali sinarnya aja. kan lebih gampang. lebih enak juga ngeliatnya. shining thing daripada sesuatu yang gelap. tapi jangan terlalu silau ya ngeliat sinarnya orang sampe2 kita lupa kita juga punya sinar sendiri. cieh… pokoknya taun 2008 taun mengungkapkan our shine..diri kita yang pure, murni seperti Tuhan menciptakan kita pada awalnya. yup…rajin ngaca…ngaca yang satunya…buat mekanisme kontrol diri juga kalau2 kita terlena dengan pujian, keberhasilan atau apa pun hal-hal yang menyenangkan yang kita alami. ciao

vielle liebe,

lina lumbanraja

sicko??

December 27th, 2007 by alissonmeir

sick..ooooo

Apresiasi terhadap film sicko.. the important thing in life is health. Yup kesehatan. Ketika kau sehat..kau akan menikmati hal lainnya dengan lebih nikmat. Aku lebih memilih sederhana atau pas-pasan tapi sehat selalu daripada banyak duit tapi sakit-sakitan setiap saat. Apalagi… sekarang penyakit itu aneh-aneh aja. Kadang aku heran kenapa bisa ada penyakit ehm…misalnya tumor otak yang tumbuh di saluran telinga… denger kata tumor aja udah ngeri..pake milih-milih tempat lagi di telinga. How..horrid…. atau ada kista di otak.. segala macam jenis kanker.. heart attack or somethin..penyumbatan pembuluh darah, diabetes… wow…. wow..dan wow… Sebegitu kompleksnya sistem dalam tubuh manusia ini sehingga penyakitnya pun sangat komplek lengkap dari A-Z. oleh karena itu adalah hal yang bijak buat para elite politik di setiap negara untuk memperhatikan sistem pelayanan kesehatan universalnya. Eh salah nasional ding. Perancis dan Inggris well.. dalam film SIcko digambarkan telah memiliki sistem pelayanan kesehatan yang baik. Well di sana berobat, opname, dll adalah gratis. Asli gratis… kalaupun bayar cuman 6,65 poundsterling. Dan tidak masalah apakah kau penduduk Inggris atau prancis,,, ketika kau sakit…kau akan mendapat perawatan maksimal dan tidak perlu takut akan bayaran. Ga tau apakah pelayanannya tetap sama ketika pasiennya imigran illegal.. ga dijelaskan. Yang pasti ketika mendengar kata gratis aku langsung membayangkan hemm kapan di Indonesia bisa berobat gratis setiap saat. Oh ya saat ini aku sedang mengalami komplikasi penyakit telinga yg ga parah Cuma sangat menyebalkan. Telinga kananku dulu kena otitis media dengan perforasi..sembuh n kambuh lagi karena aku nyebur ke pantai n sekarang malah kena jamur. Telinga kiri yang notabene baik2 aja malah radang lagi.. n ada benjolan sebesar kacang ijo pas di depan gendang telinga. Hem…almost 4 months aku rajin berobat ke THT Sarjito dan selama itu aku senang sekali memperhatikan sistem pelayanan kesehatan Sarjito yang THH., lelet n hem apa ya birokratis… penuh stempel… (aku menyimpulkan birokrasi identik dengan stempel sana-sini). Ya seperti itu. Kalau dibandingkan dengan sistem pelayanan kesehatan nasional di Inggris, indonesia Cuma hem…apa ya semacam lepas angin.. ga ada apa-apanya sama sekali. Udah ribet, obat mahal dan lain-lain. Aku mengakumulasikan biaya pengobatan telingaku tercinta dan hasilnya dah bisa beli buku bagus banget sampe 10 biji, baju bermerk kalo diskon ehm… 7.. dan biaya hidupku selama sebulan. Kampret juga sih Cuma no free lunch dear… aku jd pengen tinggal di Inggris biar biaya pengobatannya gratis dan terjamin. Ngengek…. Tapi tulisan ini bukan soal keluhanku terhadap pelayanan kesehatan di sarjito.. hanya sekedar renungan aja///udahlah aku udah mahfum sama birokrasi yang bisa bikin kita kurus… tiap berurusan sama birokrasi kita akan menghabiskan energi, emosi, waktu dan pikiran sehingga cukup untuk membuat kita kesal n perlu pelampiasan terhadap kekesaln tersebut. Aku mengatasinya dengan makan mie ayam n minum kopi. Indonesia emang parah. Dari atas sampe bawah parah. Malas sih ngungkapin keparahannya, soale hem… aku ga tau serumit apa tugas para elit politik itu. Aku hanya bisa menilai dari luar, yang tampak…. yang ga beres dan itu yang membuat aku Cuma bisa menggerutu.. kalo aku di dalam, masuk ke jajaran elite politik.. menyadari betapa ribetnya… mungkin aku akan berhenti menggerutu.. Tetapi allow me to share a story… sewaktu aku di sarjito untuk kesekian kalinya dan mengamati dinamika orang yang lalu lalang di depan meja pendaftran..aku menyadari satu hal.. kalo pake askes atau GMC,, bersiap-siaplah mutar-mutar to get stempel yang tidak seberapa itu dan ketika kau adalah pasien umum..lebih cepat mendapat pelayanan… ga perlu nunggu terlalu lama seperti mereka yang pake askes. Yang pake askes= orang menengah bawah.. ga punya duit dan sangat mengharapkan biaya pengobatan yang minimalis kalo perlu gratis.. that’s why they use askes.. dan dunno feel like mereka dipersulit untuk mendapat pengobatan. Contohnya..ada kan bapak-bapak udah tua banget asalnya dari mana yah..kayak nya daerah pedesaan di Jogja dapat surat rujukan dari puskesmas di desanya.. terus rupanya dia dirujuk ke PKU Muhammadiyah. Nah ga tau ya si bapak udah pikun kali sehingga terdampar dia di sarjito dan kemudian dengan tampang tak berdosa dan bingung nanya ke staf yang satu.. dilempar ke staf yang lain.. terus ditanya pake askes ga? Ga punya Cuma punya surat keterangan miskin..dilempar lagi ke staf yang pertama.. terus liat rujukannya oh..pak …niki neng PKU muhamadiyah bukan di sarjito. Trus si bapak yang capek ngantri…dia ngantri loh.. hanya bisa diam terus bingung. Aku ngeliatnya Cuma bisa membatin dalam hati, prek.. tolong aja kenapa..dia dah punya surat keterangan miskin kenapa harus disuruh ke PKU lagi. capek tau. Dah ngantri muter-muter eh malah ga dapat apa2. sumpe di situ aku kesal dan menyayangkan sebagian sistem pelayanan (kalo ga bisa disebut semua) yang seringkali menyulitkan orang miskin dan diskriminatif.. a little. Entahlah,,aku percaya setiap orang pasti punya hati nurani.. dan aku ga ngerti di mana hati nurani petugas-petugas di sarjito itu…. Ketika melihat orang yang udah kuyu,,capek dibola-bola, bingung.. oke mereka juga sibuk menjalankan tugasnya. Setiap hari berhadapan dengan ratusan pasien yang semuanya pengen didahulukan, pengen mendapat pengobatan. Tapi ketika ga punya uang,,, diabaikan begitu aja atau dipersulit begitu aja. Ditinggalin kek orang bego dan akhirnya termangu ditengah lautan manusia yang mungkin (atau tidak) mengalami nasib yang sama. Kadang aku merasa ada error di sistem ehm…pelayanan kesehatan, politik, pendidikan, hukum dan semacamnya. Dan setiap lobang-lobang di sistem itu biasanya selalu merugikan mereka kaum kecil yang tidak berdaya,,,, yang ga punya power dan materi yang Cuma bisa jadi victim… yang semakin menderita…. Ketika sistem eror itu terus berjalan dan akhirnya mereka mati. Aku tau negara dan strukturnya rumit… harus gini, gitu dan yang diurusi bukan Cuma wong cilik… ada banyak…belum lagi ketika kepentingan pribadi bicara… semakin tersingkirlah mereka dari arena kehidupan. Sedih..emang dan makin sedih ketika aku ga bisa melakukan sesuatu yang signifikan untuk menutup lubang dalam sistem tersbut. Yah Indonesia emang bukan negara kaya….. tetapi Kuba yang masuk dalam jajaran dunia ketiga aja bisa memiliki sistem pelayanan kesehatan yang baik yang tidak merumitkan warganya…yang ga membuat kta kapok ke rumah sakit… amerika serikat yang termasuk hegemon dalam dunia internasional aja menduduki peringkat terendah dalam sistem pelayanan kesehatan universal versi WHO. Karena apa? Keuntungan pribadi… baik dari rumah sakitnya, pihak asuransi kesehatan dan bahkan anggota2 legislatif termasuk hehe…presidennya. Dan semuanya merugikan orang-orang kecil. Yang ga bisa membayar… Itu baru contoh dari pelayanan kesehatan yang buruk… gimana hal lainnya? Well aku rasa tulisanku jadi melebar menjadi hemm tanggapan untuk orang-orang kecil. Orang kecil selalu jadi korban ketidakadilan, kesalahan sistem dan semacamnya. Dan itu menimbulkan satu pertanyaan dalam otakku…kenapa harus selalu orang kecil, orang miskin, orang yang ga punya power? Jawabannya: satu..karena mereka seperti itu,,,kerugian mereka tidak terlalu signifikan buat mereka yang menikmati sistem yang sedang berlaku (baca: elite politik, orang kaya,,punya power..prek!). dua kalo mereka protes gampang diganyang secara they don’t have power.. langsung dibunuh juga ga pa pa…paling hanya menghiasi seperempat halaman kecil Koran ecek-ecek di bagian kriminalnya. Ketiga mereka juga gampang disuap..kasih uang tutup mulut sekedarnya… that’s enough. Keempat gampang dipengaruhi juga… karena keterbatasan pendidikan.. gampang dibuai janji keling dan semacamnya. Orang kecil sasaran empuk dari gerombolan pengeruk keuntungan… gosh… horrible. Dan bagaimana orang kecil memandang kehidupan itu sendiri? Sesuatu yang aku anggap sangat berharga.. hadiah dari Kristus untukku melalui rahim mamakku. Yang pasti bagi mereka hidup adalah perjuangan…it’s about survival. Gimana caranya kau bisa makan hari ini,,,atau memberi makan anak istri kalo punya.. tau kan ungkapan” dah bisa makan aja sukur,,,ngapain mikirin hal-hal lain”. Seperti itu. Dan semakin terpuruklah mereka. Padahal menjadi kaya juga sulit… pilihan apa yang sisa? Aku ga suka dengan buku-buku yang nulis menjadi kaya gampang, biarkan uang yang mengejar anda…uang bekerja untuk anda. Beu..kalo emang kek gitu… orang miskin di dunia ini ga banyak lah… fakta di lapangan bicara…tetap masih banyak orang miskin papa berkeliaran di dunia ini. Atau mereka ga pernah baca buku itu kali? Terlalu mahal… hahahahahahahahhahahah goblok… Situasi yang aku hadapi almost every day ini membuat aku semakin simpati sama orang-orang kecil..apalagi yang tetap optimis, tidak gampang nyerah dan berusaha untuk memperoleh better life. Persetan sama gepeng-gepeng yang Cuma menadahkan tangan dan nunggu dikasih duit.. padahal masih sehat n masih fit. Kelima indranya bekerja sempurna. Go to hell buat para orang tua yang nyuruh anaknya turun ke jalan nemenin dia buat menciptakan empati n simpati dari orang lain biar ngasih duit.. apalagi yang milih jalan pintas kayak jadi pencopet… jambret yang ga segan-segan bunuh korbannya. Itu ga masuk itungan. Walaupun mereka ga sepenuhnya salah. Sistem yang berlaku yang terkadang membuat mereka tetap seperti itu. Ketiadaan kesempatan membuat mereka tetap betah berada dalam tempurung lapuknya. Namun ada juga yang sukses karena mereka berusaha dan ga gampang nyerah yang terus menginspirasi aku untuk terus berjuang.. Selalu ada harapan… bahkan ketika kau berada di situasi tersulit yang kau rasa ga bisa kau atasi. Bagiku …. harapan itu adalah Yesus Kristus. Dan itu yang membuat aku tetap optimis sampe sekarang..bahkan mulai memantapkan langkah untuk menjadi hem….pekerja sosial bukan buat orang kaya tetapi orang miskin, orang kecil yang termarginalkan..yang ga tersentuh…dan semacamnya. .. aku yakin prosesnya bakal panjang dan lama tetapi aku akan menikmati setiap detiknya karena aku ga kehilangan apa-apa ketika aku mengasihi mereka… apalagi aku berbagi kasih Kristus…karena kalo cm dari aku…. ga akan cukup… terus inti tulisanku apa ya… Hem.. di tengah sistem yang bobrok ini..orang-orang yang saling berkeluh kesah termasuk aku.., pemerintahan yang korup, kriminalitas tinggi, orang-orang saling bunuh..orang miskin semakin banyak, et cetera…et cetera….et cetera….. there’s always be a HOPE that makes me believe… this world is gonna change… just like John Meyer said… Me and all my friends

We’re all misunderstood

They say we stand for nothing and There’s no way we ever could Now we see everything that’s going wrong With the world and those who lead it

We just feel like we don’t have the means To rise above and beat it So we keep waiting Waiting on the world to change

We keep on waiting Waiting on the world to change

It’s hard to beat the system When we’re standing at a distance

So we keep waiting Waiting on the world to change

Now if we had the power To bring our neighbors home from war They would have never missed a Christmas No more ribbons on their door

and when you trust your television What you get is what you got Cause when they own the information, oh They can bend it all they want That’s why we’re waiting Waiting on the world to change We keep on waiting Waiting on the world to change It’s not that we don’t care, We just know that the fight ain’t fair So we keep on waiting Waiting on the world to change And we’re still waiting Waiting on the world to change We keep on waiting waiting on the world to change One day our generation Is gonna rule the population So we keep on waiting Waiting on the world to change We keep on waiting Waiting on the world to change

Best regards, Lina Andayanti Lumbanraja

Renungan awal di usiaku yang ke-21..

Thanx Jesus karena tetap membiarkanku menghirup udara kehidupan dariMU selama 21 tahun ini…..

sepenggal kisah dari balik jendela bis kota

December 6th, 2007 by alissonmeir

Siang
itu seorang gadis manis menaiki bis

kota

.
Bertemu kekasihnya di bagian selatan

Yogyakarta

.
Dia sengaja datang jauh dari utara untuk sekedar bercengkerama dengan sosok
yang dia sayangi. Berangkatlah dia. Dia berusaha untuk tidak tampil
mencolok…mengingat banyaknya kasus pencopetan yang terjadi di bis

kota

. Kaus abu2 dan celana
jeans hitam..tas hitam…hm…dia kelihatan seperti kebanyakan penumpang di bis

kota

. Sepanjang perjalanan
dia selalu melongok ke luar..melihat etalase berjalan melalui jendela bis

kota

. Orang-orang dengan
segala kegiatan mereka.

Ada

yang sekedar duduk, menunggui jualannya, ada yang bercengkerama, ada yang
kipas2 karena cuaca yang memang agak tidak bersahabat. Pengamen yang mengais
rupiah, pengendara motor, mobil, anak2 yang pulang sekolah. Semuanya seakan
menjadi hiburan tersendiri bagi si gadis. Hiburan yang membuat dia bertanya2.
apakah semua orang melakukan hal yang sama setiap hari? Sesuatu yang kita sebut
dengan rutinitas? Apa ada orang yang rutinitasnya berbeda setiap hari? Atau
tidak punya rutinitas sama sekali selain makan, tidur, mandi dan bengong? Hm…
itu juga rutinitas, batinnya. Rutinitas yang membunuh kreativitas dan
produktivitas. Dan apa rutinitas si gadis manis ini? Sesungguhnya dia sedang
tercerabut dari rutinitasnya. Liburan….memaksanya meninggalkan rutinitas yang
selama ini dilakoninya dan membuatnya menjalani hari dengan kegiatan yang sama
sekali tidak bisa dia bayangkan. Setiap hari terasa sangat membosankan. Tanpa
ada kegiatan yang berarti, yang berguna dan menguras energi. Si gadis bosan.
Makanya dia menemui kekasihnya untuk sekedar ngobrol dan membunuh waktu.

 

Asyik
dia memandang ke luar jendela. Menyaksikan perjuangan para pekerja kasar
menentang matahari demi sesuap nasi. Phew…lihat itu kulit dan keringatnya… benar2
berani dia menantang teriknya si raja siang. Wah bagaimana dengan orang2 yang
ada di ruangan ber-AC? Pasti langsung modar klo disuruh kerja seperti ini,
pikirnya. Coba aja disuruh setengah jam berdiri di bawah terik matahari,,,pasti
langsung pusing. Hm… sepertinya setiap orang emang punya jalan masing2. mungkin
sudah nasib para kaum pinggiran ini untuk menjadi sahabat matahari, yang setia
menjalani hari dengan terik, debu dan keringat. Dan mungkin sudah nasib mereka
yang kerja di kantoran dan menikmati udara buatan yang nyaman, dingin tapi ga
baik buat kesehatan. Si gadis berpikir,,,,apa mungkin mereka yang sekarang
sedang menjadi pekerja kasar, serabutan, orang2 kecil inilah menjadi orang
besar? Menikmati AC, menaiki mobil, segalanya serba mentereng? Apa benar roda
kehidupan itu berputar? Kalau yang memutar roda kehidupan manusia itu
sendiri….apa ada kesempatan buat masyarakat papa ini untuk mendapat kehidupan
yang lebih baik….

 

Tiba2
saja benak si gadis dipenuhi beribu pertanyaan. Yang jawabannya beragam. Yang
jawabannya tergantung pada latar belakang yang menjawab. Benang merahnya hanya
sebuah kalimat….ini nasib saya.

 

Si
gadis membanding2kan kehidupan orang2 kaya. Yang rata2 bisa mendapatkan apa
yang mereka mau dengan mudahnya. Apalagi ukuran untuk mendapatkan keinginan itu
masih dinilai dengan materi. Semakin banyak materi yang kita punyai…semakin
gampang kita mendapat sesuatu…yang pastinya dinilai dengan materi juga.
Sayangnya….hal2 yang selama ini murni tanpa embel2 uang…mulai digerogoti
nilai-nilai nominal 100, 200, bahkan seratus ribu rupiah. Hm……….. betapa cepat
zaman berubah dan berlalu. Menggantikan nilai2 yang dulu tidak bisa dinilai
dengan uang menjadi dapat dibeli dengan uang. Rasanya setiap individu itu
seakan dirasuki setan duniawi…setan yang membuat manusia tidak manusiawi lagi.
Si gadis membatin..jangan2 aku sudah kerasukan.

 

Si
gadis memfokuskan pandangannya pada pengamen cilik yang berbaju kuning kumal,
yang memegang kincrung dan bernyanyi di bis

kota

ketika lampu merah. Wajahnya adalah
saksi bisu perjuangannya bersama matahari. Siang2 begini masih semangat juga
bibir kecil itu mengumandangkan lagu yang menceritakan derita anak2 jalanan…itu
julukan yang diberikan orang awam kepada mereka. Entah sebagai siapa mereka menilai diri mereka sendiri. Apa dia
pernah merasakan enaknya bersekolah, kalau bisa disebut enak mengingat banyak
anak yang enggan bersekolah karena alasan2 tertentu. Apa dia pernah makan
makanan 4 sehat 5 sempurna plus susu. Apa dia pernah memainkan permainan yang
diimpor dari Cina?? Mobil2an, lego, apa pun itu. Sayang sekali….mereka harus
merasakan kerasnya kehidupan di usia yang sangat belia. Usia yang seharusnya
diisi dengan kegembiraan, kesukaan dan juga bekal untuk menghadapi tekanan
hidup yang sesungguhnya. Hm…. Sayang juga ya….batin si gadis. Sambil memberikan
uang receh pada si pengamen cilik, si gadis memberikan senyumnya yang paling
simpatik dan berpikir lagi…apa pernah terbersit dalam pikirannya,,coba aku bisa
sekolah, coba aku jadi anak orang kaya, andai aku lahir dari rahimnya
Krisdayanti,,,….hahahahah si gadis tersenyum sendiri dengan khayalannya. Apa pernah anak ini berandai2
kalau saja posisinya tidak seperti sekarang…apa mau dia bertukar? Dengan orang
yang mau mungkin.

Lima

menit saja untuk merasakan seperti apa kenikmatan duniawi yang dikejar hampir
seluruh mahluk yang bernafas di dunia ini.

 

Si
pengamen dengan semangat melanjutkan perjuangannya ke bis lain. Mungkin dia
sudah sangat nyaman dengan kehidupannya. Keras memang dan mengundang rasa
prihatin dari orang tetapi dia sudah settle dengan itu. Bayangkan saja ketika
kau melakoni hidup sebagai seorang narapidana selama 20 tahun dan kau bebas.
Pasti kau akan merasa asing ketika berada di tengah2 masyarakat dan memulai
aktivitas barumu..klo tidak bisa dibilang sebagai hidup baru. 20 tahun
menjalani hari dalam tembok2 tinggi dan ketika tembok2 itu hilang….satu yang
kau rasakan…ketidaknyamanan. Liat aja film Shawshank Redemption for a brief
explanation.

 

Yup
itu juga yah yang berlaku bagi mereka….ketika peran mereka sebagai anak jalanan
berakhir dan diganti menjadi anak adopsi dari keluarga berada…kemudian
bersekolah…lengkap dengan aturan baru dan mengikat…hm……. Lebih baik di jalanan,
pasti itu pikiran mereka.

Tetap
saja tidak adil. Mereka bagaimanapun harus merasakan indahnya dunia
anak2..dunia di mana kau bisa menjadi orang yang sangat jujur tanpa ada yang
menghakimi.

 

Si
gadis jadi miris sendiri melihat pertarungan hidup ini. Semuanya berjuang.

Ada

yang berjuang supaya
bisa makan…minum…ada yang berjuang supaya bisa diakui orang, berjuang supaya
bisa merasa aman. Dilakukan dengan berbagai cara, bahkan tetap dilakoni walau
mengorbankan kepentingan orang lain. Semuanya demi satu tujuan, yang sangat
simple, sederhana dan naluriah….survival..staying alive. Masalah lain yang
menyangkut soal menikmati kemudahan yang ditawarkan dunia adalah hal kedua.
Sama aja to…klo tidak hidup. Tiba2 saja si gadis lebih menghargai hadiah
kehidupan yang diberikan oleh Sang Pencipta. Si gadis yakin ini bukan hadiah
Cuma2. ada maksud tertentu yang Tuhan titipkan pada hadiah itu. Dan melalui
proses yang panjang, kelak si gadis akan mengerti apa tujuan Tuhan melemparkan
dia ke dunia ciptaanNya yang luar biasa ini.

 

Aku
masih muda, batin gadis itu. Segala yang ada padaku masih mendukungku untuk
melakukan apa pun. Semuanya masih berfungsi dengan maksimal . sayang sekali
kalau hanya kusia2kan untuk berpikir tanpa ada aksi yang jelas. Mumpung tulang
saya belum keropos, otak masih cemerlang, fisik masih prima….ayo lakukan
sesuatu. Apa??? Apa pun yang bisa menambah kualitas hidup kita dan kualitas
hidup sesama. Nilai2 kemanusiaan sudah mulai kering…sirami lagi biar basah dan
mekar. Pasti akan tercipta kehidupan yang lebih baik. Well jangan sekedar
bicara…do something. Dunia sudah cukup dengan orator2 yang sempurna..tapi
krisis pelaku…actor yang sebenarnya dalam kenyataan hidup sejati. Dan itulah
panggilanmu gadis manis.. atau mungkin kamu yang sedang membaca cerpen picisan  saya yang  penuh protes sosial ini? heheheheheh

 
Bis
terhenti. Si gadis turun. Di ujung jalan sudah menanti kekasihnya dengan
penampilan yang sangat sederhana tapi sempurna. Dan si gadis menemui kekasihnya
bersama dengan segudang cerita dalam otaknya. Cerita kehidupan yang
diperolehnya dari balik jendela bis

kota

.

arti alissonmeir?

October 9th, 2007 by alissonmeir

banyak yang tanya alissonmeir itu siapa?kenapa kok alissonmeir…hehehe.senang juga bisa buat orang penasaran. sebenarnya alissonmeir itu adalah gabungan dari alisson dan meir. alisson (seharusnya allison) adalah tokoh fiktif yang aku kagumi..ingat serial tv ally mcbeal.nah tu asalnya si allison. sementara meir adalah sosok golda meir,mantan PM israel..yang aku kenal waktu kelas 2 sma.kagum banget sama dia…dan ngeliat mukany dari majalah..kok keknya dia keren gitu.biasalah anak sma senang mengidolakan seseorang yang lain daripada yang lain. dan bangga juga ketika teman2ku ga ada yang tau golda meir…aku mikir2 kalo ada sosok nyata yang merupakan fusi,kombinasi dari si ally mcbeal and golda meir…that would be me…
pengennya sih…atau aku sedang menciptakan my own alter ego…dimana segala kekuranganku lenyap ketika si alter ego muncul.ih..kok jadi gejala personality disorder gitu ya.kebanyakan nonton ally mcbeal yang tokohnya memang punya keunikan masing2 yang emang ga ada atau jarang kita temui dalam kehidupan nyata. sometimes i wish i was special..but the fact is i’m more special than what i used to know. God make me special…no one can deny it… sayang aku baru menyadarinya ehm…beberapa tahun yang lalu. sebelumnya well aku termasuk kelompok orang2 yang tak pernah lelah berjuang mencari pengakuan dari dunia..yang membuat kita ga akan pernah berhenti berjuang. sekarang aku ketawa2 aja klo ingat diriku yang dulu. sadar aja…ada something bigger dari semua yang aku kejar selama ini. phew..kok jadi serius..awalnya kan cuma jelasin arti alissonmeir? namanya juga blog..ajang aktualisasi gitu loh…hekekekekekekeke. lgi keranjingan ke warnet karena lebih berguna aja di depan kompi daripada bengong, bingung dan meratapi nasib cos jogja yang semakin sepi. klo lagi sepi, bengong yang aku pikirin yah…apa yang telah aku jalani selama ini. jadi ajang perenungan juga supaya aku jadi semakin baik not only when i’m with you people..but also with Him..or in Him..

vielle liebe…
lina lumbanraja